Ini Risiko Perusahaan yang Tak Mau Beri THR Karyawannya

MALANG KOTA – Hati-hati bagi perusahaan yang selama ini tidak memberi tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Jika ketahuan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, perusahaan tersebut dipastikan akan mengeluarkan dana besar.

MALANG KOTA – Hati-hati bagi perusahaan yang selama ini tidak memberi tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Jika ketahuan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, perusahaan tersebut dipastikan akan mengeluarkan dana besar.

Sebab, disnaker berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas berupa denda. Jumlahnya 5 persen dari total biaya yang wajib dikeluarkan perusahaan untuk THR seluruh karyawannya. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 20 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif Pengupahan.

Kepala Disnaker Kota Malang Yudhi K. Ismawardi menyatakan, seluruh perusahaan wajib memberi THR kepada seluruh karyawannya. Untuk memastikan tidak ada perusahaan yang nakal, Yudhi sudah menerjunkan tim pemantauan THR.

”Dari 925 perusahaan di Kota Malang, tim pemantauan THR sudah turun ke sekitar 250 perusahaan,” ujar Yudhi kemarin (11/6).

Mantan asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Malang itu menargetkan, pemantauan seluruh perusahaan tuntas minggu ini. Dari hasil pemantauan sementara, tidak ada perusahaan yang melanggar.



Meskipun begitu, tim pemantauan THR tetap meminta komitmen manajemen perusahaan agar mengucurkan THR sesuai ketentuan. Yakni besarnya satu kali gaji pokok.

”Selain minta kesanggupan mereka (perusahaan), kami imbau untuk membayar THR paling lambat H-7 lebaran,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Editor: Mahmudan