Ini Nih Grup Komunitas Gay yang Dipersoalkan UB

Universitas Brawijaya berencana melaporkan grup facebook komunitas gay ke Polres Malang Kota. Seperti apa grup FB yang dimaksud. Grup yang dipersoalkan UB itu adalah Persatuan Gay Universitas Brawijaya (UB) Malang. Grup ini diketahui memiliki 187 anggota.Grup private itu juga membuat aturan khusus untuk para penggunaannya.

Di antarnya, tidak diperbolehkan posting pornografi atau pornoaksi, bukan grup untuk komersil jasa, menghormati asas praduga tak bersalah, anti-SARA, dan menjaga kerukukan anggota grup. Selain itu, bagi yang akan mendaftar di grup tersebut, diimbau untuk memperlihatkan foto profil asli. Jika melanggar peraturan tersebut, anggota akan dikeluarkan dari grup.

Sebenarnya, komunitas gay yang mencatut nama UB bukan hanya Persatuan Gay UB Malang. Ternyata, ada satu grup lagi yang juga menggunakan nama UB. Yakni, GUM- Gay Universitas Brawijaya. Anggotanya bahkan 475 akun.

Meski menggunakan nama UB, ternyata tidak ada satu pun anggotanya yang mencantumkan kampus UB dalam daftar pendidikan mereka di profil FB. Bisa jadi, nama kampus sengaja disembunyikan. Atau, ada kemungkinan juga anggota grup itu bukan mahasiswa UB.

Sebelum ada langkah hukum yang diambil UB melalui tim advokasinya, masalah grup FB gay ini sempat dibahas dalam rapat koordinasi Paguyuban Rektor dan Wakil/Pembantu Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur di Gedung Rektorat UB, Selasa lalu (18/7).



Dalam rapat tersebut, Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS membeberkan kepada 10 pimpinan PTN se-Jatim bahwa dirinya baru saja mendengar adanya grup komunitas gay yang mencatut nama UB. Dia pun menduga, ada komunitas-komunitas serupa yang mencatut nama kampus lainnya.

Mantan dekan Fakultas Teknik UB ini menyarankan agar para pimpinan PTN melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setiap menemukan permasalahan hukum. Termasuk yang berkaitan dengan pencemaran nama baik ini. ”PTN ini kan milik negara. Jadi, seluruh aturan harus ikut negara. Semua yang berhubungan dengan hukum itu sudah diatur oleh pihak kepolisian,” kata dia.

Pewarta: Fajrus Shiddiq & Daviq Umar
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Indah Setyowati