Ini Makna Berkurban Bagi Ade Fitrie

Ini Makna Berkurban Bagi Ade Fitrie - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Pesinetron Ade Fitrie Kirana memaknai Hari Raya Iduladha sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Menurutnya, berkurban itu tidak semata-mata menyembelih hewan kurban di Hari Raya Iduladha.

“Walaupun kata kurban sendiri secara bahasa adalah hewan yang disembelih. Akan tetapi yang lebih penting adalah memahami makna kurban itu sendiri sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah,” kata Ade Fitrie Kirana saat dihubungi awak media, Selasa (21/8).

“Aku ingat dalam firman Allah dalam Alquran surah Al-Hajj ayat 37, daging dan darah hewan qurban yang disembelih tidak akan dapat mencapai keridaan Allah melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban.  Ketakwaan inilah yang bersifat fundamental yang setidaknya harus dimiliki setiap orang yang diberi kelapangan rizki untuk dapat melaksanakan perintah berkurban,” sambung pemain sinetron Islam KTP ini. 

Pemilik nama asli Raden Siti Fitrie Kirana ini mengatakan, dengan takwa yang tertanam dalam hati maka dengan sendirinya nilai ibadah kurban yang bersifat vertikal (hubungan dengan Sang Khalik) akan bertambah.



“Bentuk hablumminannas (hubungan antar sesama manusia) yang dapat dirasakan oleh kerabat maupun kaum tak berpunya. Bentuk kepedulian dengan berbagi hewan sembelihan ini tentunya dinanti-nanti saudara kita yang kaum duafa,” jelasnya.

Menurutnya, momen Iduladha hingga akhir hari tasyrik (10 Dzulhijjah) adalah saat yang indah yang dirasakan oleh kaum fakir miskin yang tentunya tidak mereka rasakan pada hari-hari lainnya. “Pada saat inilah banyak saudara kita bisa memakan daging,” tukasnya.

“Dengan berkurban, rasa kepedulian sosial akan tumbuh dalam diri seseorang. Dan yang patut kita yakini adalah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, tidak akan pernah habis hartanya,” tambahnya. (mg7/jpnn)