Ini Makanan Favorit Kapolres Jakarta Selatan Selama Lebaran

Ini Makanan Favorit Kapolres Jakarta Selatan Selama Lebaran

RADAR MALANG ONLINE – Selama tiga puluh hari umat islam menjalankan ibadah puasa dengan menaham rasa lapar, dahaga, dan emosi. Selama itu pula, seluruh umat islam berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya. Ibadah puasa ibratkan berperang dengan musuh yang dapat menyerumuskan iman dengan berbagai cara. Hingga akhirnya, setelah melalui rintangan dan ancaman tibalah saat yang ditunggu-tunggu seluruh umat islam yaitu hari Lebaran.

Salah seorang umat islam yang sangat menunggu datangnya hari kemenangan atau Lebaran adalah Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indra Jafar. Sosok polisi yang juga merupakan muadzin di salah satu masjid di kawasan Jakarta itu sangat antusias menunggu datangnya hari kemangan itu. Sebab, selain menjadi waktu yang sangat suci bagi umat islam, hari lebaran juga menjadi moment dirinya dapat berkumpul dengan sanak keluarga.

Kombes Pol Indra menerangkan, keluarganya memiliki tradisi wajib disaat lebaran tiba. Biasanya, berbagai macam makanan khas lebaran harus dibuat sendiri oleh sang istri atau pun ibunda terkasih. Menurutnya, makanan yang dibuat sendiri jauh lebih enak dibandingkan harus membeli diluar. Bahkan dia mempunyai beberapa menu favorit saat lebaran tiba.

“Pokoknnya harus buat ketupan sendiri, buat makanan sendiri, itu akan lebih enak. Makanan favorit saya kalau lebaran itu ketupat pakai gulai ayam, opor, rendang, sambal ati itu enak kesukaan saya,” kata Kombes Pol Indra kepada RADAR MALANG ONLINE.



Tradisi kumpul bersama keluarga itu dilakukan setelah salat Ied bersama dengan jajaran Polda Metro Jaya. Setelah selesai halal bi halal di lingkungan hukum Polda Metro Jaya, barulah dia menghabiskan waktu dengan keluarga dan mengunjungi saudara yang lebih tua.

“Salat Ied biasa di Polda sama Kapolda dulu, kemudian bermaafan dengan jajaran Polda Metro Jaya, mungkin makan juga di Polda, halal bi halal. Habis itu baru kumpul sama keluarga,” ungkapnya.

Meski demikian, sebagai penegak hukum, belum tentu setiap tahunnya dia dapat berkumpul dengan keluarga. Lantaran jadwal yang padat dan keberadaan keluarga di luar Jakarta kadang membuatnya hanya menyapa melalui telepon.

“Enggak setiap tahun bisa kumpul, kalau enggak bisa kumpul kita via telepon. Atau biasanya setelah berapa hari baru mereka datang,” tutur Indra.

Namun, terdapat satu kenanganan yang melekat dalam ingatan Mantan Kabid Propam Polda Jawa Timur, dimana suatu ketika pada lebaran tahun 2016 silam, seluruh keluarganya dapat berkumpul bersama merayakan hari kemenangan tanpa direncakan. Sementara tahun lalu 2017, dia berkesempatan berlebaran dengan keluarga sang istri di Jawa Timur.

“Tapi pernah dulu, waktu saya di Cirebon semua keluarga datang, jadi kumpul di Cirebon tahun 2016. Tahun 2017 lalu di Surabaya bisa pulang karena istri orang Malang, jadi enggak setiap tahun bisa kumpul,” tuturnya.

Karena tuntunan pekerjaannya sebagai pejabat negara, dia paham betul betapa berharganya waktu berkumpul bersama keluarga. Oleh sebab itu Indra mengimbau kepada seluruh masyarakat, alangkah lebih baik menghabiskan waktu dengan orang tersayang dari pada harus merayakan hari kemengan dengan berhura-hura.

“Mari kita merayakan hari kememnangan setelah sebulan menahan lapar, nafsu, dahaga dibulan penuh berkah ini mari kita rayakan kemenangan itu dengan lebih banyak mendekat diri kepada yang maha kuasa. Tidak harus merayakan dengan petasan atau yang berlebihan, cukup dari masjid atau acara keluarga, menjadi lebih baik. Saya berharap hari kemeangan semakin tawadu, makin berkah,” tandasnya.

(eve/JPC)