Ini Konyol Karena Kerap Dipolitisasi!

Belakangan, hubungan Persebaya-Pemkot Surabaya memang agak longgar. Hal itu tak lepas dari kesabaran Persebaya yang tak tertahankan lagi usai merasa dikerjai pemkotnya sendiri soal penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Termasuk juga lapangan latihan. Pemkot Surabaya sebenarnya punya banyak lapangan, tapi ironisnya Persebaya sulit untuk sekadar meminjam salah satunya.

“Kami ini lapangan susah sekali. Padahal pemkot itu punya banyak lapangan. Coba Anda telepon dispora mau pinjam lapangan pakai nama Persebaya, dikasih tidak?,” ujar Manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

Chairul sendiri tak tahu penyebabnya apa sampai pemkot Surabaya menganaktirikan Bajul Ijo. Padahal mereka selalu bayar lunas jika meminjam Stadion GBT.



“Saya juga tak tahu, salahnya di manajuga tak tahu. Padahal stadion itu kalau bukan kami yang pakai, buat apa? Itu juga kan duit rakyat. Ini agak konyol karena kerap dipolitisasi,” papar dia.

Persebaya selama ini menurutnya cuma diam. Tapi diam ternyata tak menyelesaikan solusi makanya kesabaran mereka sudah tak terbendung.

“Kami diam, karena takutnya tak bisa main di GBT. Tapi malah begini. Kami sebenarnya tak mau Bonek jadi alat buat gesek sana-sini, tapi kalau kaya gini, harus ngomong kenyataannya. Kemarin suporter kami sampai jatuh ke parit, ada yang meninggal, ini sudah kelewatan,” tandas dia.


(ies/JPC)