Ini Komitmen Pemkot Bandung Bagi Penyandang Disabilitas

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membentuk Tim Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) bagi penyandang disabilitas di Pendopo, Bandung, Kamis (17/1). Tim ini merupakan sebuah komitmen memberikan akses yang luas bagi kaum difabel untuk memperoleh haknya.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan RBM dibentuk sebagai wujud komitmen pemerintah memberikan akses seluas-luasnya kepada para difabel terhadap seluruh kebutuhannya. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga lapangan kerja. Di sinilah peran pemerintah melindungi dan memfasilitasi para difabel untuk terus berkarya.

“RBM menjadi wujud keberpihakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Komitmen kita tidak boleh luntur di tengah keterbatasan dana dan SDM,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Kamis (17/1).

Oded menegaskan, perlindungan terhadap para difabel tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu, RBM melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama komunitas peduli difabel.



Untuk diketahui, RBM merupakan organisasi berbasis masyarakat yang akan menjadi fasilitator bagi difabel di Kota Bandung. Organisasi ini dipimpin langsung oleh istri Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Danial.

“Kita optimis bisa tetap menyediakan fasilitas penunjang bagi disabilitas sehingga kota inklusi tetap terwujud dengan sebenar-benarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RBM Kota Bandung, Siti Muntamah Danial juga mengungkapkan hal serupa. Kaum difabel harus dipandang sebagai manusia yang memiliki kemampuan untuk berdaya meskipun dengan cara-cara yang berbeda.

Oleh sebab itu, RBM hadir untuk membukakan jalan agar mereka menemukan potensi. Harapannya, para difabel bisa hidup mandiri di masyarakat.

“Insya Allah kita bisa konsolidasikan semua kader RBM. Kita meningkatkan skill mereka kemudian memberikan advokasi-advokasi kebutuhan disabilitas dengan berbagai macam varian. Mulai dari disabilitas yang terganggu mental sampai ke fisik,” tutur Umi.

RBM juga memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga difabel agar mampu memberikan ruang berkembang yang baik. Edukasi ini melibatkan para pakar yang ahli di bidangnya. Bahkan mengadvokasi perusahaan-perusahaan swasta agar memberikan perhatian dan peluang bagi para difabel untuk bekerja.

“Kita juga akan mengedukasi keluarga supaya ramah terhadap penyandang difabel. Keluarga disabilitas ini harus mandiri dan mampu mengantarkan penyandang disabilitas ini berkiprah di dunia usaha atau untuk bekerja di instansi yang menerima disabilitas,” tandasnya.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Siti Fatonah