Ini Gunanya Manekin dan “Artikel Penghilang Jejak” di TKP Mutilasi Pasar Besar Malang Menurut Kriminolog

KOTA MALANG – Sugeng sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang Kota, Senin, (12/5) kemarin. Namun yang kini masih jadi teka-teki besar adalah bukti-bukti awal yang ditemukan di lapangan saat penemuan potongan korban.

Sebagaimana di lokasi masih ada beberapa penemuan yang janggal, seperti manekin yang dibentuk yang seolah mengarah kepada potongan tubuh korban wanita yang hingga kini masih belum jelas identitasnya dan artikel dari harian Kompas yang ditemukan di TKP bersamaan tulisan tangan korban.

Terkait artikel berjudul “Cairan Pembersih Pemudar Jejak” terbitan harian Kompas yang ditemukan di TKP bersamaan dengan tulisan tangan Sugeng, Kriminolog sekaligus dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya, Ladito Risang SH MH mengeluarkan asumsinya.

Menurut Ladito, tujuan mutilasi Sugeng adalah menghilangkan jejak. Sejak pertama kali Sugeng dianggap gila, ia menyatakan Sugeng berbohong atau berasumsi memang pelaku lain yang melakukan pembunuhan itu, karena TKP dan cara mutilasinya yang relatif rapi dan tenang dalam menghilangkan jejak.

“Kalau dari sisi kriminologi, bisa saja pelaku terinspirasi dan berniat menghilangkan bukti-bukti yang ada di TKP dengan cara (yang ada di artikel koran) tersebut,” tandasnya.

Namun, menurutnya hal tersebut urung dilakukan karena kemampuan interpretasi tersangka yang tidak sampai.

Untuk manekin, Ladito mengatakan pelaku sempat mencoba untuk mencampurkan hasil mutilasi dengan manekin. “Agar seolah-olah mutilasi tersebut merupakan menekin yang biasa ditemukan di pasar. Intinya tetap dalam rangka mnghilangkan barang bukti,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah