Ini Dia, Tiga Jurus Antimacet ala Sutiaji

MALANG KOTA – Kemacetan merupakan problem klasik yang tidak pernah tuntas di pemerintahan sebelumnya. Di era duet kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan tiga jurus untuk menanggulangi kemacetan. Yakni, membangun ring road (jalan lingkar), melebarkan ruas jalan di 25 pertigaan maupun perempatan, serta mewujudkan wacana pembangunan tol tengah kota.

Dari ketiga langkah tersebut, sementara ini pemkot masih menyiapkan untuk pelebaran ruas jalan untuk 25 titik pertigaan dan perempatan. Wali Kota Malang Sutiaji belum bisa memastikan titik mana saja. Sebab, hingga kini pihaknya masih mengkaji. Tapi, kemungkinan lokasinya menyebar di lima kecamatan se-Kota Malang. Yakni, Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru, Blimbing, dan Klojen.

”Tahun depan (2019) kami sudah alokasikan anggaran Rp 19,5 miliar untuk atasi kemacetan,” ujar Sutiaji kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, ada beberapa pertigaan maupun perempatan yang kerap macet sehingga dibutuhkan pelebaran. Di antaranya, pertigaan Jalan Ranugrati, pertigaan Jalan Embongbrantas, pertigaan Jalan Jenderal Ahmad Yani, pertigaan Jalan Soekarno-Hatta, pertigaan Jalan MT Haryono, dan perempatan Pasar Induk Gadang (PIG).

”Semua jalan (pertigaan maupun perempatan di lima kecamatan) yang sering macet akan dilebarkan,” ucap mantan anggota DPRD Kota Malang itu.

Selain itu, Sutiaji juga menyeriusi wacananya untuk membangun tol tengah kota. Dia mengklaim sudah ada investor yang melirik proyek tersebut. Namun, karena biayanya relatif mahal, masih belum ada kesepakatan.

”Harus cari solusi lain. Salah satunya tadi (pelebaran jalan),” tambah pria asal Lamongan ini.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan tiga kepala daerah (Bupati Malang Rendra Kresna yang kini nonaktif, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Wali Kota Malang Sutiaji). Dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Malang pada 27 Agustus 2018, masing-masing kepala daerah menyampaikan usulannya. Sutiaji mengusulkan agar perlu dibangun tol tengah kota. Rutenya menghubungkan tiga daerah di Malang Raya. Dewanti maupun Rendra menyambut positif, tapi belum ada tindak lanjutnya hingga kini.

Selain pelebaran ruas jalan dan tol tengah kota, Sutiaji juga berencana membangun ring road atau jalan lingkar. Pantauan Sutiaji, ada dua kawasan yang membutuhkan pembangunan ring road. Yakni, kawasan Dieng–Junrejo (Kota Batu) dan Jalan Soekarno-Hatta–Institut Teknologi Nasional (ITN) II di Jalan Raya Karanglo (Singosari, Kabupaten Malang).

”Dalam waktu dekat, kami juga akan lakukan tindak lanjut pertemuan tiga kepala daerah itu. Salah satu agendanya nanti membahas jalan ring road,” tutur pria yang dalam Pilwali 2018 diusung Partai Golkar (PG) dan Partai Demokrat (PD) itu.

Agar langkah-langkah yang disiapkan berjalan efektif, Sutiaji berencana menggandeng perguruan tinggi (PT) di Malang. Dia menyadari, banyak kajian akademisi yang bisa dijadikan acuan untuk mengatasi kemacetan.

”Sejak awal sudah kami sampaikan, membangun itu nggak bisa sendirian,” kata mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, setiap kecamatan minimal ada 5 titik langganan macet. Praktis, ada 25 perempatan maupun pertigaan di 5 kecamatan yang akan dilebarkan.

”Berdasarkan data lapangan, setiap kecamatan minimal ada lima titik (kemacetan),” terang mantan anggota dewan empat periode ini.

Untuk melakukan pelebaran di masing-masing perempatan maupun pertigaan, Sofyan menyadari perlunya pembebasan lahan. ”Ini (pembebasan lahan) untuk dibangun jalan. Dalam rangka mengatasi kemacetan tadi,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Malang Dito Arief menyampaikan, pihaknya mendukung rencana pemkot untuk merealisasikan ketiga langkah tersebut. Karena masalah kemacetan sudah tergolong parah di Kota Malang.

”Hampir tiap titik jalan terjadi macet. Ini harus dicarikan solusi,” ungkap politikus PAN ini.

Dalam waktu dekat ini, Dito bakal mengagendakan hearing dengan organisasi perangkat daerah (OPD) pada Kamis (1/11). Sebab, anggaran tersebut sudah masuk dalam draf Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) 2019. ”Kami akan hearing dengan dinas leading sector,” ujarnya.

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD menyatakan, upaya pemkot melebarkan ruas jalan di 25 pertigaan maupun perempatan diyakini tidak efektif mengurai kemacetan.

”Hanya memperbesar kapasitas. Tidak akan berdampak signifikan untuk mengurai kemacetan,” kata mantan dekan fakultas teknik (FT) UB itu.

Guru besar (gubes) sistem transportasi itu menyarankan agar pemkot fokus menambah jaringan jalan. Misalnya membuka ruas jalan baru. Sedangkan disinggung mengenai titik ruas jalan baru yang efektif adalah disesuaikan dengan laju kendaraan.

”Perlu ada survei yang mengidentifikasi pergerakan kendaraan. Minimal harus dilakukan setiap lima tahun sekali,” kata dosen teknik ilmu lalu lintas itu.

Lantas, bagaimana tanggapan Harnen terkait rencana pembangunan ring road? Harnen menyatakan, ring road sangat efektif. Bahkan, dia menegaskan sudah mengusulkan perlunya pembangunan ring road sejak pemerintahan sebelum-sebelumnya. ”Perlu ring road di barat maupun timur Kota Malang,” katanya.

Pewarta : Imam Nasrodin
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan