Ini Dia Pameran Foto Sekaligus Alarm bagi Jurnalis di Tahun Politik

MALANG KOTA – Tahun politik menjadi kegelisahan tersendiri bagi organisasi profesi wartawan di Kota Malang. Kemarin (3/5), netralitas wartawan menjadi salah satu isu yang dibawa dalam peringatan Hari Kebebasan Pers atau World Press Freedom Day di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Tiga organisasi wartawan, yakni Pewarta Foto Indonesia (PFI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya menggelar acara bersama.

Ada pameran foto, panggung bebas bagi para jurnalis, tanda tangan untuk memerangi hoax, dan lain-lain dalam acara tersebut. Dalam segi pameran foto, yang dipamerkan adalah karya-karya yang sudah diposting ulang oleh akun PFI di Instagram. Semuanya adalah foto karya anggota PFI.

Salah satunya yang menarik perhatian adalah foto seorang siswa bernama Abdul Muntholib. Di potret itu, dia terlihat belajar seorang diri di dalam kelas, sementara seorang guru tampak menjelaskan pelajaran di depan papan tulis. Dan itu terjadi setiap hari. Ya, itu karena dalam satu kelas, siswanya hanya Abdul Muntholib.

Foto tersebut karya Darmono, fotografer Jawa Pos Radar Malang. Sebelumnya, foto tersebut menjadi nominasi dalam Piala Prapanca yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Ada foto-foto lain yang juga menarik. Misalnya, foto perempuan bercadar yang sedang menerjang hujan di jalanan Kota Malang.

Ketua PFI Malang Hayu Yudha Prabowo mengatakan, ada 22 foto yang dipamerkan dalam pameran bertajuk The Best of Me itu. Semuanya karya pewarta foto.



”Kami pilih karya terbaik yang dilihat dari hasil ataupun cerita yang berkesan di dalamnya,” kata Hayu.

Sementara itu, Ketua AJI Malang Hari Istiawan mengingatkan jurnalis untuk menjaga netralitas pada tahun politik. Mengingat, tahun ini di Malang sendiri terdapat dua agenda politik, yakni pemilihan wali kota Malang dan pemilihan gubernur Jawa Timur.

Tahun depan pun ada pemilihan legislatif dan presiden. Momentum hari kebebasan pers ini seolah menjadi alarm bagi para jurnalis untuk profesional dalam bekerja. ”Jurnalis harus mengedepankan indepedensi dalam melakukan kerja-kerjanya,” tegas dia.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Rubianto