Ini Derby Milikmu, Arema!

BALIKPAPAN – Konsentrasi tinggi harus dilakukan penggawa Arema FC pada laga sarat emosi melawan Persebaya di Stadion Batakan, Balikpapan, sore ini (12/12). Jika lengah sedikit saja, potensi kebobolan mengancam.

Ini karena lini depan Persebaya sedang haus gol. Karena itu koordinasi lini pertahanan yang digalang Hamka Hamzah bersama Artur Cunha harus sangat solid. Jangan beri ruang sekecil apa pun bagi pemain Bajul Ijo–julukan Persebaya– melepas tembakan langsung ke gawang.

Jelang laga ini, Arema FC datang dengan modal cukup gagah atas Persebaya. Yakni, selama tiga kali pertemuan dengan Persebaya di tahun 2019, tim berjuluk Singo Edan ini tak pernah kalah. Dua kali menang, satu kali seri.

Kemenangan pertama Arema FC atas Persebaya pada ajang Piala Presiden (12/4). Mereka sukses menumbangkan Irfan Jaya dkk di Stadion Kanjuruhan dengan skor 2-0. Tiga poin kedua Dendi Santoso dkk atas Persebaya terjadi pada Liga 1 putaran pertama lalu (15/8). Pada laga ini Arema menang telak 4-0.

Peluang Arema FC melanjutkan dominasi atas Green Force–julukan lain Persebaya–terbuka lebar sore ini. Arema tampil dengan kekuatan lebih komplet. Mereka bisa kembali memainkan Arthur Cunha yang pada laga sebelumnya absen karena akumulasi kartu.

Tambahan mantan pemain Mitra Kukar itu menjadi sebuah hal menguntungkan. Sebab, pascatumbang 1-5 dari PSIS Semarang (8/12), lini pertahanan Arema FC bisa dikatakan memang butuh penambahan kekuatan. Apalagi dalam lima pertandingan terakhir Arema FC juga tidak pernah sekalipun mencatatkan cleen sheet. Tercatat, total mereka sudah kebobolan 12 gol.

Kans menang juga semakin besar. Sebab, meski Persebaya berstatus tuan rumah, toh anak asuh Aji Santoso itu bakal main ”sendirian”  alias tanpa suporter. Ini buntut sanksi larangan ada penonton untuk Persebaya gara-gara ulah suporter Bonek yang ricuh pada laga melawan PSS Sleman (29/10). Tanpa hadirnya Bonek, tentu tekanan untuk pemain Arema jauh lebih ringan.

Dengan kondisi tersebut, artinya laga derby Jatim tersebut seharusnya menjadi milik Arema FC. Makan Konate dkk bisa main lebih lepas. Sebagai tim tamu, main akan tanpa beban.

Apalagi tanah Kalimantan cukup ramah bagi Singo Edan. Pada babak semifinal turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (2/3/18), Arema menang 2-0 atas Persebaya.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija menyebut, catatan positif itu hanya jadi kenangan saja. Tidak bisa jadi garansi jika laga nanti akan mudah meraih kemenangan. Masih butuh kerja sangat keras dari anak asuhnya. ”Kami dulu bermain bagus di pertemuan pertama, tapi tim harus melupakan semua karena itu hanya masa lalu,” ujar pelatih kerap disapa Milo itu.

Bagi dia, Persebaya saat ini telah jauh lebih bagus dibanding putaran pertama lalu. Milo menjelaskan, Green Force terus mengalami perkembangan. Karena itu, dia mewanti-wanti para pemain untuk tidak lengah dan mengerahkan segalanya di atas lapangan.

”Jika kami bermain bagus dan meminimalisasi kesalahan, maka kami akan menang,” kata dia.

Pelatih berusia 55 tahun itu menjelaskan, di sebuah pertandingan besar, satu atau dua kali kesalahan konyol akan membuat sebuah tim menerima kekalahan. Dicontohkan Milo, sejumlah hasil minor yang diterima timnya beberapa pertandingan lalu adalah buah dari pemain acap kali melakukan error sendiri di atas lapangan. Seperti telah diketahui, Arema FC belum pernah merasakan sekalipun kemenangan. Mereka mencatatkan dua kali imbang dan tiga kali kekalahan.

Sementara itu, pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku, timnya datang di partai derby mengusung misi membawa poin penuh. Menurut dia, tiga poin adalah keinginan semua elemen yang ada di tim Green Force. Baik itu manajemen, suporter, pemain, dan seluruh staf. ”Kami akan fight untuk bisa merealisasikan hal tersebut (menang),” ungkap mantan kapten tim Singo Edan era Galatama itu.

Meski mengusung target menang, tapi Aji mewanti-wanti anak buahnya untuk mendapatkannya dengan cara yang baik. Di mana tidak menggunakan sesuatu hal yang kotor di atas lapangan. Aji berharap jika Ruben Sanadi dkk bermain bagus, sportif, dan menang. ”Kalau nanti Persebaya menang, saya ingin secara terhormat,” tegas dia.

Pewarta : Galih Prasetyo
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib