Ini Alasan Airlangga Masih Menaruh Idrus Marham di Strtuktur Golkar

Ini Alasan Airlangga Masih Menaruh Idrus Marham di Strtuktur Golkar

Dalam pengumuman hasil revitalisasi dan restrukturisasi kepengurusan yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Idrus didapuk sebagai Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan.

Kondisi ini lantas ditanggapi beragam oleh berbagai elemen masyarakat. Sebab, jabatan yang diemban Idrus di partai besutan Soeharto itu dinilai akan mengganggu kinerjanya dalam memimpin kementrian sosial.

Mensos Idrus Marham masih didaulat utuk duduk dalam kepengurusan Golkar.
(JawaPos,com)

Menanggapi hal itu, Airlangga Hartarto menegaskan, sebagai pemimpin partai Golkar, dirinya tetap menginstruksikan koleganya itu untuk tetap fokus dalam menahkodai kepemimpinan sebagai menteri sosial.

“Kalau pak Idrus perintahnya tetap fokus di kementerian,” kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (22/1).



Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, kepengurusan yang diterima Idrus di Partai Golkar hanya sekadar jabatan portofolio. Artinya, kinerja yang diembannya sebagai pengurus partai tidak seberat di kementerian sosial.

“Jabatan portofolio itu maksudnya tidak sebanyak pekerjaan di mensos,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto secara resmi mengumumkan revitalisasi dan restrukturisasi kepengurusan dengan nomor keputusan 267/DPP Golkar/I/2018 tentang pengesahan komposisi personalia DPP Partai Golkar masa bakti 2014-2019.

Dalam revitalisasi itu, Airlangga telah merampingkan kepengurusan yang sebelumnya berjumlah 305 orang, menjadi 251 orang. 

Selain itu, revitalisasi kepengurusan itu bertujuan untuk mempertajam peran dari pemenangan pemilu serta meningkatkan elektabilitas partai Golkar pada pemilu yang akan datang.


(aim/JPC)