Ini 5 Mitos Gerhana Matahari yang Tak Perlu Dipercaya

Ini 5 Mitos Gerhana Matahari yang Tak Perlu Dipercaya - JPNN.com

Gerhana Matahari Cincin Api. Foto: Reuters/Kim-Kyung Hun/ANTARA

jpnn.com – Gerhana matahari, dalam hal ini gerhana matahari cincin beserta mitos-mitosnya, merupakan fenomena yang selalu sukses bikin masyarakat penasaran dan heboh.

Pasalnya, jika berhasil menangkapnya dengan kamera profesional, kondisi tersebut tergambarkan dengan sangat unik! Seperti melihat cincin api di langit gelap. 

Di tengah-tengah kehebohan untuk mengabadikan momen, ternyata masih ada juga beberapa orang yang mempercayai mitos terkait gerhana matahari. Misalnya saja, saat kondisi tersebut berlangsung, perilaku serta keadaan tubuh menjadi berubah.

Untung saja, NASA sudah membantah lima mitos yang terlanjur berkembang di masyarakat, antara lain:

1. Gerhana Matahari Bisa Ganggu Kesehatan Seseorang

Mungkin bagi Anda yang belum tahu, atau yang sudah tahu tetapi tak terlalu ambil pusing, akan mengernyit dahi setelah membaca mitos gerhana matahari yang pertama ini. Bagaimana bisa fenomena astronomi ini sampai bisa mempengaruhi kesehatan?

NASA pun sudah memberikan pernyataan bahwa tidak ada hubungan antara gerhana matahari dengan kesehatan seseorang. Andai kata ada segelintir orang yang sakit bertepatan dengan segarisnya bulan, matahari, dan bumi ini, maka itu hanya kebetulan saja. Coba bandingkan dengan jumlah orang yang baik-baik saja, tentu akan lebih banyak orang yang sehat.

Begitu pula dengan mitos yang menyatakan bahwa gerhana matahari dapat membawa kesialan. Fenomena yang terjadi antara dua hingga empat tahun sekali ini tidak ada hubungannya juga dengan hal tersebut.

Malahan, bila Anda terus memikirkannya, akan muncul sugesti-sugesti negatif yang seakan-akan membenarkan soal keburukan itu.