Ingin Nyoblos, Puluhan Mahasiswa ”Serbu” KPU

MALANG KOTA – Sejak pagi, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang ”digeruduk” puluhan pemuda dari luar Kota Malang. Mayoritas mereka dari kalangan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Malang.

Namun jangan salah, kedatangan mereka bukan untuk membuat onar di kantor penyelenggara pesta demokrasi lima tahunan ini. Melainkan untuk mengurus surat pindah pilih (A5) agar tetap bisa nyoblos atau menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April mendatang.

Seperti yang dilakukan Kinariya Insani Kanugerahan, salah satu mahasiswi asal Tangerang, Banten. ”Ini partisipasi saya pertama di pemilu. Jadi nggak mungkin saya sia-siakan,” kata mahasiswi FIA Universitas Brawijaya (UB) ini di sela-sela mengurus A5, kemarin.

Menurut dia, berpartisipasi dalam pemilu tersebut merupakan salah satu cara menjadi warga negara yang baik. Apalagi proses pengurusan pindah pilih (A5) juga tidak rumit. ”Tinggal tunjukin fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), sudah bisa diproses,” ungkapnya.

Sementara itu, Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Malang Deny Baktiar menyatakan, pihaknya membuka tempat pengurusan A5 di 58 titik. Jumlah ini tersebar di 57 kelurahan dan kantor KPU Kota Malang. ”Rata-rata per hari yang ngurus 70–100 orang,” ungkap alumnus Unmer Malang ini.

Lebih lanjut, mayoritas yang mengurus A5 tersebut dari kalangan mahasiswa. Mereka juga sebagian besar dari pemilih pemula dalam pemilu.

Bagi warga yang sudah mengurus tersebut, dia melanjutkan, bisa langsung mendatangi ke kantor PPS. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tempat pemungutan suara (TPS). ”Tunjukkan saja surat A5 dari sini, nanti akan tahu di mana TPS untuk nyoblos,” terang mantan jurnalis ini.

Sebenarnya, masih kata dia, lebih mudah mengurus A5 di kantor kelurahan (PPS). Karena warga tidak perlu kerja dua kali. ”Karena TPS-nya langsung bisa diketahui,” imbuhnya.  

Pewarta               : Imam Nasroodin
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Imam Nasroodin