Ingin Menghargai Kontingen, Penutupan PIONIR IX Akan Panggil Juara 1-10 ke Atas Panggung

Suasana pembukaan PIONIR IX di UIN Malang

KOTA MALANG- Penutupan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX di UIN Malang akan digelar hari ini, Sabtu (20/7). Akan ada beberapa perbedaan yang menarik dan tidak ada di penutupan gelaran dua tahunan ini sebelumnya.

Perbedaan itu, kata Creative Director Maxima Production, Jay A. Soebagjo, ialah nantinya bukan hanya juara umum satu, dua dan tiga saja yang naik ke atas podium PIONIR IX. Sebaliknya, lanjut ia, pihaknya akan memanggil kontingen yang menempati posisi satu sampai sepuluh sekaligus.

“Kami nanti akan memanggil gak hanya juara satu dua tiga saja tapi sampai sepuluh kita naikkan ke atas podium di panggung utama itu,” kata Jay saat ditemui radarmalang.id.

Pasalnya, Jay manambahkan, hal itu sengaja ia lakukan untuk mengantisipasi akan sepinya pengunjung pada puncak acara seremonial tersebut.

“Kita sudah evaluasi lihat penutupan PIONIR satu sampai delapan sebelumnya itu sangat sepi. Karena hanya juara umum saja yang diumumkan. Yang lainnya pada balik,” tuturnya.



Selain itu, Jay menambahkan, dengan adanya sepuluh kontingen yang maju ke panggung tersebut itu akan membuat para atlet merasa seperti dihargai meskipun tak keluar sebagai juara umum atau kedua dan ketiga.

“Kita ingin memunculkan budaya baru di PIONIR juga. Kita hargai kerja keras atlet selama bertanding. Ini bukan hanya perkara juara tapi penghargaan respect ke para kontingen,” tuturnya.

Tidak hanya maju ke podium, Jay mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sepuluh mock-up atau pelakat sebagai bentuk penghargaan ke semua kontingen yang naik ke atas panggung.
“Mereka juga akan kami kasih mock-up ya untuk dikasih jadi mereka akan suatu kebanggan tersendiri,” tuturnya.

Tak cukup sampai di situ, dalam penutupan kali ini, khusunya dalam penyerahan juara nantinya, Jay mengatakan, akan berkonsep seperti layaknya kejuaraan di event sepakbola seperti di Liga Champions atau Liga Satu.

“Kita akan lebih fokus memainkan keindahan confetti nantinya seperti di Liga Champions atau Liga satu. Selain kembang api yang juga ada,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Darmono