Ingin Jadi Beautypreneur yang Sukses, Simak 5 Hal Ini

JawaPos.com – Era media sosial dan digital membuat milenial kian mudah menekuni hobi dan bakatnya, termasuk berbisnis. Bagi yang suka berdandan dan menggunakan kosmetik, saat ini semakin banyak beauty vlogger atau beautypreneur yang melakukan review pada kosmetik dan skin care dengan pendapatan yang fantastis.

Tak hanya beauty vlogger dari kalangan milenial biasa, para selebriti juga tak mau kalah. Banyak selebriti yang punya label kosmetik sendiri. Sebut saja Shandy Aulia, Bunga Zainal, Ashanty, dan Ria Ricis.

“Para artis yang memiliki label kosmetik atau skin care memang banyak yang kiblatnya masih ke negara Korea. Mereka jadi beautypreneur juga dengan menawarkan perawatan glowing dan brightening,” kata PT Nose Herbalindo (pabrik pembuat kosmetik selebriti) Janne Nata saat ditemui di acara pameran Cosmobeautè di Jakarta.

Walau demikian, menurutnya nama besar selebriti juga tidak menjamin seseorang bakal sukses menjadi beautypreneur. “Bukan faktor karena artis ya sukses jadi beautypreneur. Semuanya balik lagi kepada faktor utama yaitu kualitas produknya. Jika memang awalnya membeli karena ingin tahu labelnya artis, tapi apakah nantinya membeli lagi atau tidak, itu pilihan,” jelasnya.

Pakar Farmasi dan General Marketing Manager dari PT Nose Herbalindo Sri Rahayu menyebutkan ada beberapa bahan alami yang kini banyak di-review oleh para beautypreneur. Banyak juga bahan-bahan tersebut justru diambil dari bahan lokal.

“Misalnya stemcell anggur, mawar dan apel. Ada juga tanaman pegagan yang biasanya dianggap rumput liar justru menjadi kandungan facial wash, serum, dan toner,” jelasnya.

Lalu, apa saja syarat untuk menjadi beautypreneur yang sukses jika kalian bukan selebriti? Ikuti 5 langkah ini:

 

1. Modal Awal
Modal awal untuk memiliki label kosmetik sendiri bisa dimulai dari Rp 50 juta. Modal tersebut bisa mendapatkan serangkaian kosmetik seperti serum atau body lotion.

2. Perizinan
Tahapannya dimulai dari mendaftarkan label dan development formula sampai disetujui lewat uji klinis. Jika setelah 1-3 bulan dinyatakan memenuhi syarat, barulah didaftarkan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tahapannya memakan waktu selama 4 bulan.

3. Hak Cipta
Selanjutnya, usaha bisa dimulai dengan menggunakan brand sendiri yang terdaftar di HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan telah dinotifikasi BPOM. Dengan demikian, beautypreneur bisa berbangga dengan produk yang dipasarkannya.

4. Packaging
Packaging yang menarik akan tentunya akan lebih menarik konsumen. Sebaiknya kemasan dibuat secara kekinian atau mengikuti zaman.

5. Jujur
Beautypreneur yang bijaksana adalah mereka yang jujur dalam memberikan review. Kejujuran ini bisa berbuntut positif untuk para konsumen yang nantinya tak hanya akan jadi cantik, tetapi juga bisa menggunakan produk yang aman sesuai janji.