Ingin jadi Anggota Dewan? 1 Kursi Dewan = 18.545 Pemilih. Mudah atau Sulit?

Ini bisa jadi panduan bagi para politisi dan pengurus parpol (partai politik) Kota Malang yang akan bertarung pada Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019. Sebab, untuk bisa duduk di kursi DPRD Kota Malang, minimal mereka harus mengantongi 18.545 pemilih.

MALANG KOTA – Ini bisa jadi panduan bagi para politisi dan pengurus parpol (partai politik) Kota Malang yang akan bertarung pada Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019. Sebab, untuk bisa duduk di kursi DPRD Kota Malang, minimal mereka harus mengantongi 18.545 pemilih. Tapi, untuk mendapatkan suara pemilih sebanyak itu tak segampang 2014 lalu. Sebab, jumlah parpol diperkirakan bertambah menjadi 18 parpol. Sementara pada Pileg 2014 lalu, hanya ada 12 parpol.

Berdasarkan data di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Malang, komposisi kursi masih tidak ada perubahan karena jumlah penduduk Kota Malang masih di bawah 1 juta, yaitu 834.545 jiwa. Jadi, kursi parlemen tetap untuk 45 anggota.

Sedangkan komposisi kursi per dapil (daerah pemilihan) sama dengan tahun 2014, yaitu Dapil Sukun 10 kursi, Klojen (6 kursi), Lowokwaru (9 kursi), Blimbing (10 kursi), dan Kedungkandang (10 kursi).

Sementara itu, jumlah penduduk yang ber-KTP per November 2017 mencapai 622.232 orang. ”Kalau kursi yang diperebutkan sama dengan Pileg 2014, cuma ’harga’ kursinya lebih tinggi,” kata Ketua KPU Kota Malang Zaenudin di kantornya kemarin (9/12).

Zaenudin menambahkan, setiap calon legislatif memang minimal harus mengumpulkan suara 18.545 pemilih. Jumlah ini naik sekitar 2,5 ribu dari pileg tahun 2014. Karena pada 2014, satu kursi dewan hanya cukup dengan 16 ribuan pemilih.



Namun, masih kata dia, hal ini juga bisa disesuaikan dengan jumlah potensi suara yang punya hak pilih. Misalnya dengan asumsi jumlah DPT (daftar pemilih tetap) 622.232 orang, maka jika ingin menjadi anggota parlemen harus minimal mampu meraih suara sah 13.827 orang. ”Ada kenaikan sekitar 2 ribuan per kursinya,” tandas pria asal Banyuwangi ini.

Dengan hitungan di atas, persaingan tiap dapil demi merebut suara lebih ketat. ”Terutama di Dapil Klojen,” imbuhnya.

Kenapa Dapil Klojen paling ketat? Sebab, di dapil ini jumlah penduduknya paling sedikit dibanding empat dapil lain. Jumlah penduduk Klojen hanya 102.204 jiwa. Jadi, jatah kursi di dewan hanya 6 legislator. (selengkapnya baca grafis). Sementara jumlah parpolnya sama dengan dapil lain: 18 parpol. Karena itu, Dapil Klojen di kalangan politisi disebut sebagai dapil ”neraka”.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat Ashari Husen menambahkan, dia sudah melakukan sosialisasi soal kalkulasi mendapatkan suara pada Pileg 2019 itu kepada parpol. ”Kami ingin parpol juga mengetahui kondisi dapil. Jumat malam (8/12) kami sosialisasikan kepada mereka,” tambahnya. (im/c2/abm)