Ingin Dapat Skor Tinggi IELTS? Begini Caranya

MALANG KOTA – Banyak mahasiswa yang bermimpi bisa kuliah di luar negeri. Tapi, bermimpi saja tidak cukup. Harus ada upaya ekstra untuk mewujudkannya. Termasuk mengejar skor tinggi tes IELTS (International English Language Testing System).

IELTS menjadi salah satu syarat wajib untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Tapi, band score-nya harus di atas 6,5.

Bayu Dharmala, SPd, membeber sejumlah tips pada sesi seminar yang digelar Lingua Institute Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang

Mengangkat tema Lingua Scholarship Week 3: Bahas Tuntas Persiapan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, pria yang pernah menerima beasiswa kuliah di University of Murcia itu membagi materi dalam empat sesi. Yakni listening, speaking, reading, dan writing.

Radarmalang.id pun merangkum tips-tips dari Bayu Dharmala.

1. Prepare sebelum ‘Perang’

Persiapan untuk menghadapi IELTS harus dilakukan jauh-jauh hari. “Gak bisa sebentar karena ini bukan hanya sekadar bisa bahasa Inggris tapi lebih dari itu. Banyak vocab yang musti kita pelajari karena soalnya itu meliputi vocan dari dunia ekonomi, government system dan masih banyak lagi. Bukan vocab daily activity gitu,” ujar Bayu.

Setiap soal harus bisa dijawab dalam waktu yang singkat. Dan harus tepat.

Dijelaskannya, untuk mempersiapkan tersebut, para pencari beasiswa ke luar negeri bisa mengikuti les-les atau simulasi tes IELTS.

Bisa juga belajar secara otodidak dengan mencari soal IELTS untuk dikerjakan. “Biar tahu bagaimana tipe soal dan suasana ketika tes. Sebab, ini penting biar gak kaget dan kalah mental sebelum perang (tes IELTS). Intinya harus persiapan dulu,” ujarnya.

2. Sering melihat video Youtube berbahasa Inggris

Dalam sesi listening IELTS, bakal diperdengarkan dua aksen berbeda, yakni US dan British.

Bahkan, pencari beasiswa hanya diberi kesempatan satu kali mendengar sebelum mulai menjawab pertanyaan.

Bayu mengatakan, kebiasaan menonton tayangan Youtube berbahasa Inggris akan sangat membantu. Terutama membiasakan telinga mendengar aksen dan vocab yang kurang begitu familiar.

“Misal nih kita seringnya menggunakan kata ‘Enough’ padahal di IELTS itu biasanya ‘Adequate’ artinya sama tapin nggak familiar kan? nah itu bisa diketahui kalau kita sering dengar video berbahasa inggris,” ujar peraih Skor IELTS 7,0 itu

3. Latihan untuk Fokus

IELTS, kata Bayu, sangat berbeda dengan tes lainnya. IELTS sangat memperhatikan waktu dan ketepatan jawaban serta instruksi pada soal.

Untuk itu, sebelum tes IELTS, pencari beasiswa mesti melatih diri untuk fokus. Di antaranya dengan menulis esai dalam waktu yang dibatasi.

“Contoh nih kita waktunya cuma 20 menit untuk menulis esai 200 kata. Ya kita harus latian fokus behari-hari menulis 200 kata dalam dua puluh menit. Karena kalau tidak memenuhi waktu atau kata-katanya kurang atau lebih dari 200, itu langsung gak kehitung skor,” tuturnya.

Selain fokus pada waktu, Bayu menjelaskan, hal yang terpenting bagi pencari beasiswa ialah fokus terhadap instruksi soal IELTS.

“Contoh instruksinya gak boleh nulis lebih dari dua kata. Tapi kita nulis jawabannya ‘Beautiful and Smart Lady’. Itu sudah kehitung empat kata kan? dan itu bisa mengurangi skor,” ujarnya.

Pewarta: Bob Bimantara leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M