Ingin Berlaga di Jatim, Minimal Singkirkan 108 Peserta Lain

MALANG KOTA – Persaingan seleksi perebutan wakil Kota Malang dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan SMA tingkat Provinsi Jawa Timur sangat ketat, kemarin. Karena dari 540 peserta, hanya akan diambil lima.

Yaitu juara cabang olahraga (cabor) bulutangkis, karate, atletik, renang, dan pencak silat. Praktis, tiap peserta minimal harus ”menyingkirkan” 108 peserta lain. Sedangkan O2SN tingkat Provinsi sendiri bakal digelar pada April mendatang. ”Hampir 80 persen siswa SMP dan SMA Kota Malang ikut seleksi O2SN, makanya persaingannya ketat,” kata Ketua Pelaksana Seleksi O2SN tingkat Kota Malang Dr Sasongko SPd MM di aula SMAN 8 Malang kemarin.

Menurut dia, peserta yang mengikuti seleksi relatif banyak. Sehingga, seleksi harus dilakukan selama dua hari. ”Kalau cuma sehari nggak memungkinkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dari lima cabor tersebut, Kota Malang bakal mengandalkan cabor pencak silat untuk mendulang medali. Karena tahun lalu Kota Malang menduduki tiga besar di tingkat Provinsi Jawa Timur. ”Semua punya peluang yang sama, tapi pencak silat kelihatannya punya peluang besar,” ungkap dia.

Sementara itu, peserta seleksi cabor pencak silat Indah Kumalasari menyatakan, ada dua jurus yang ditampilkan dalam seleksi kemarin. Yaitu jurus dengan tangan kosong dan menggunakan senjata. ”Karena ikut tingkat SMA, harus menampilkan jurus tangan kosong dan senjata,” terang siswi SMA Taruna Nala Malang ini.



Pewarta               : Sandra Desi
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Imam Nasrodin
Fotografer          : Mahfud