Ingin Anak Tidak Pendek? Bisa, Begini Caranya

Spesialis anak RSUD dr Soetomo dr Meta Hanindita SpA memaparkan satu penelitian jangka panjang yang sudah dilakukan di Guatemala. Anak-anak yang pada usia tiga tahun tidak stunting dibandingkan dengan anak-anak yang stunting pada 35 tahun kemudian.

Hasilnya? Mereka yang tidak stunting waktu berusia tiga tahun itu ternyata memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, memiliki pekerjaan yang menghasilkan gaji lebih tinggi atau ‘white collar’.

Sedangkan kelompok yang stunting saat berusia tiga tahun ada yang tidak bekerja (homeless), atau bekerja kasar seperti kuli dan pesuruh. ’’Penelitian juga menunjukkan kalau anak-anak yang mengalami stunting, pada saat dewasa lebih berisiko terkena penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas,’’ ulasnya.

Jadi Meta, mengharapkan para orang tua membuang jauh-jauh pembenaran karena anak pendek. Seperti karena aktifnya anak atau ibu bapaknya juga kecil. Patut diingat, semua anak sehat pasti aktif. Jangan juga menjadikan faktor genetik sebagai alasan.

Memang genetik akan sangat berpengaruh, tapi jangan lupa, banyak faktor lainnya yang bisa lebih berpengaruh untuk tumbuh kembang yang optimal. ’’Jadi jangan malas-malas ya Pak, Bu, untuk memantau pertumbuhan anak. Catat pertambahan berat badan per bulan, bagaimana juga dengan tinggi badannya, sehingga jika mulai terlihat ada gangguan, dapat segera diatasi,’’ tegas Meta.

Selain itu, orang tua bisa concern dengan masalah nutrisi anak dengan mudah. ’’Jika berat badan bayi tidak naik setiap bulan, atau naik namun hanya sedikit, atau bahkan turun, segeralah konsultasikan ke dokter,’’ paparnya.

Cara lain adalah dengan memastikan memberikan sumber nutrisi terbaik. ASI eksklusif dan MPASI yang benar. Jika memang tidak dapat memberikan ASI eksklusif, berikan ASI donor atau susu formula dengan benar. Jaga juga kebersihan lingkungan karena bisa sangat berpengaruh. (*)


(ina/JPC)