Inggris Pertimbangkan Gabung AS Perkuat Militer di Teluk

JawaPos.com – Ketegangan di Teluk turut mengusik Inggris. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, terang-terangan mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan bergabung dalam upaya militer di Teluk pimpinan Amerika Serikat. Menurut Johnson, Inggris terpanggil untuk membantu Arab Saudi terkait serangan yang dituduhkan dilakukan oleh Iran.

Upaya militer dilakukan untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi. Arab Saudi yang didukung AS menuduh Teheran berada di balik serangan pada dua fasilitas kilang minyak mereka.

Inggris sendiri sebelumnya menahan diri untuk tak menuduh Iran atas serangan pada 14 September tersebut. Serangan itu sendiri diklaim oleh pemberontak Houthi, Yaman. Namun, Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menolak klaim Houthi dan mengatakan Iran bertanggung jawab atas serangan itu. Tuduhan tersebut langsung dibantah Teheran.

Pentagon pada Jumat (20/9) mengatakan akan mengirim pasukan tambahan dan peralatan pertahanan rudal ke Arab Saudi dan UEA. Itu dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pertahanan di Teluk. Pastinya mengantisipasi ketegangan dengan Iran.

“Sudah jelas, jika kami diminta, baik oleh Arab Saudi atau oleh AS untuk mengambil peran, maka kami akan mempertimbangkan dengan cara yang tentunya berguna,” sebut Johnson seperti dilansir Aljazeera.

Pada bulan lalu, Inggris bergabung dengan koalisi maritim pimpinan AS di Selat Hormuz. Langkah itu dilakukan untuk melindungi rute pengiriman minyak. Johnson sendiri tetap berharap adanya upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Teluk.

Hanya saja, Johnson juga menyebut Iran memiliki tanggung jawab tinggi atas serangan ke kilang minyak milik Arab Saudi. Johnson menegaskan hal itu setelah Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan kekuatan Barat untuk menjauh dari Teluk.

Pada dasarnya, Inggris menurut Johnson, ingin menjadi jembatan antara negara-negara Eropa dan Amerika dalam upaya meredakan ketegangan di Teluk. “Kami akan bekerja dengan teman-teman Amerika dan Eropa yakni mencoba untuk mengurangi ketegangan di wilayah Teluk,” pungkas Johnson.