Ingatkan Soal BAZIS DKI, Tiga Surat BAZNAS Tak Kunjung Dibalas Anies

Ingatkan Soal BAZIS DKI, Tiga Surat BAZNAS Tak Kunjung Dibalas Anies

RADAR MALANG ONLINE – Kepala Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bambang Sudibyo mengaku sudah tiga kali bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Surat itu dikirim dalam rangka memperingatkan status Badan Amal, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) DKI yang masa transisinya habis sejak 25 November 2016 lalu.

“Baznas sudah beberapa kali menulis surat kepada Pemprov DKI agar segera meluruskan pengelolaan zakat di DKI itu sesuai aturan perundang-undangan. Itu yang bisa kami lakukan,” ujar Bambang saat menggelar konferensi pers di kantor BAZNAS, Wisma Sirca, Jalan Johar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/6).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Yesika Dinta/ RADAR MALANG ONLINE)

Dia mengaku pihaknya hanya bisa melakukan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, BAZNAS sendiri tidak mengakui keberadaan lembaga zakat tersebut. 

“Kalau kami menulis surat kepada BAZIS DKI artinya kami mengakui de facto eksistensi dari Bazis DKI, itu yang tidak bisa kami lakukan,” tuturnya.



Namun pada faktanya hingga kini surat yang dikirim dari BAZNAS untuk Pemprov DKI belum juga mendapati respons. Bambang pun khawatir surat tersebut tidak sampai ke tangan Anies.

“Kami lakukan beberapa kali (kirim surat) tapi sampai sekarang belum ditanggapi. Saya bahkan bertanya-tanya, apakah surat kami sampai ke tangan Gubernur DKI,” ungkap dia.

Untuk detail pengiriman suratnya, dia tidak menjelaskan secara rinci. Namun, pada 2016 ada satu surat yang dikirim ke Pemprov DKI Jakarta dan pasa 2017 ada dua buah surat yang juga tidak ditanggapi.

“Iya yang tahun 2017 itu dua kali ya, jadi memang sudah beberapa kali kami bersuratnya,” pungkas Bambang.

Adapun beberapa syarat yang tidak dipenuhi BAZIS DKI yakni Undang-Undang 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat. BAZIS DKI juga tidak menaati Peraturan Pemerintah (PP) 14/2014 tentang pelaksanaan Undang-Undang 23/2011. 

(yes/JPC)