Informasi Gempa Hoax Gegerkan Warga Tasik

Informasi hoax itu tersiar di media sosial (medsos) yang menyebutkan ada ada gempa susulan di Jawa Barat. Informasi itu menyebutkan, akan ada gempa susulan yang diprediksi kekuatannya mencapai 7,5 SR dan meminta warga untuk keluar rumah sekitar pukul 22.30 – 23.59 WIB. Bahkan informasi itu disebut beratasnamakan BMKG.

Kabar hoax yang begitu cepat menyebar itu langsung diklarifikasi oleh pihak BMKG. “Berita tersebut tidak benar dan *BMKG TIDAK PERNAH* menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut,” kata Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko.

“Berita itu hanya *HOAX/ISU* yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut *TIDAK* mempunyai dasar ilmiah yang jelas,” sambung Hary dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/12).

Hary pun menambahkan, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau dan diharapkan tidak terpengaruh serta tidak perlu dihiraukan dengan informasi tersebut.



Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini mengenai gempa, ataupun potensi tsunami dapat terus mengupdate website (http://www.bmkg.go.id) dan twitter BMKG ( @infobmkg) serta dapat menghubungi call center BMKG (021-6546316). Hary mengimbau agar setiap kabar yang diterima dapat dipastikan terlebih dahulu kebenarannya.

Hal itu juga ditegaskan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. “Berita itu hoax. Sampai saat ini belum ada teknologi yang memprediksi kapan datangnya gempa bumi,” tandasnya.


(rgm/JPC)