23.3 C
Malang
Kamis, Februari 15, 2024

Infeksi Covid-19 Picu 90 Orang Pasien Alami Kelumpuhan

RADAR MALANG – Dampak Covid-19 bisa merusak hampir seluruh sistem organ tubuh. Hasil sebuah penelitian menunjukkan, infeksi Covid-19 dapat memicu kelumpuhan dan penyakit autoimun sindrom Guillain-Barré (GBS).

GBS adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf, sehingga mengakibatkan kelemahan otot. Sedikitnya ada lebih dari 90 kasus GBS telah dicatat di dunia karena infeksi Covid-19 sejak awal pandemi. Namun, tidak diketahui pasti apakah Covid-19 benar-benar menjadi penyebabnya.

Dilansir dari Science Times, Jumat (24/9), Peneliti Bart C Jacobs dari Erasmus MC, University Medical Center Rotterdam, Belanda, mengatakan bahwa berdasarkan laporan Medscape, Covid-19 dapat memicu sindrom Guillain-Barré, meskipun kasusnya terbilang jarang.

Meski pasien Covid-19 belum pasti akan terserang GBS, akan tetapi para peneliti menyebutkan bahwa infeksi Covid-19 dapat memicu GBS pada orang-orang tertentu.

Baca Juga:  Covid-19 Update, 22/08/2020

Kondisi pasien yang mengalami GBS umumnya berusia 50 tahun ke atas. Para peneliti mengevaluasi pasien dari 30 Januari hingga 30 Mei 2020, menggunakan koleksi internasional pasien sindrom Guillain-Barre yang dikenal sebagai International GBS Outcome Study (atau IGOS).

Penelitian ini merekrut 49 pasien baru sindrom Guillain-Barre dari Tiongkok, Denmark, Prancis, Yunani, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss, dan Inggris. Para peneliti mengatakan 22 persen pasien sindrom Guillain-Barré yang termasuk dalam penelitian ini memiliki infeksi Covid-19 sebelumnya dalam empat bulan pertama pandemi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa 73 persen pasien Guillain-Barré dengan infeksi Covid-19 menunjukkan peradangan yang meningkat pada saat masuk ke rumah sakit.

Sumber: JawaPos.com

RADAR MALANG – Dampak Covid-19 bisa merusak hampir seluruh sistem organ tubuh. Hasil sebuah penelitian menunjukkan, infeksi Covid-19 dapat memicu kelumpuhan dan penyakit autoimun sindrom Guillain-Barré (GBS).

GBS adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf, sehingga mengakibatkan kelemahan otot. Sedikitnya ada lebih dari 90 kasus GBS telah dicatat di dunia karena infeksi Covid-19 sejak awal pandemi. Namun, tidak diketahui pasti apakah Covid-19 benar-benar menjadi penyebabnya.

Dilansir dari Science Times, Jumat (24/9), Peneliti Bart C Jacobs dari Erasmus MC, University Medical Center Rotterdam, Belanda, mengatakan bahwa berdasarkan laporan Medscape, Covid-19 dapat memicu sindrom Guillain-Barré, meskipun kasusnya terbilang jarang.

Meski pasien Covid-19 belum pasti akan terserang GBS, akan tetapi para peneliti menyebutkan bahwa infeksi Covid-19 dapat memicu GBS pada orang-orang tertentu.

Baca Juga:  Atlet Hockey Kota Malang Bak Pisau Kurang Terasah, Lho Kenapa?

Kondisi pasien yang mengalami GBS umumnya berusia 50 tahun ke atas. Para peneliti mengevaluasi pasien dari 30 Januari hingga 30 Mei 2020, menggunakan koleksi internasional pasien sindrom Guillain-Barre yang dikenal sebagai International GBS Outcome Study (atau IGOS).

Penelitian ini merekrut 49 pasien baru sindrom Guillain-Barre dari Tiongkok, Denmark, Prancis, Yunani, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss, dan Inggris. Para peneliti mengatakan 22 persen pasien sindrom Guillain-Barré yang termasuk dalam penelitian ini memiliki infeksi Covid-19 sebelumnya dalam empat bulan pertama pandemi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa 73 persen pasien Guillain-Barré dengan infeksi Covid-19 menunjukkan peradangan yang meningkat pada saat masuk ke rumah sakit.

Sumber: JawaPos.com

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/