29.7 C
Malang
Jumat, Februari 9, 2024

17 Jenazah Dimakamkan dengan Prokes Ketat

WARGA Kabupaten Malang yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 masih cukup banyak. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 17 orang tercatat meninggal dan dimakamkan dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat.

Di bulan November lalu, total ada 13 orang yang dinyatakan meninggal akibat terserang Covid-19. Sementara hingga akhir pekan lalu (16/12) sudah ada 4 orang yang juga dimakamkan dengan protokol Covid-19. Jika di total sudah ada 17 orang meninggal karena Covid-19. Semua pasien yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19 itu meninggal di rumah sakit. Sebagian besar pasien tersebut diketahui mempunyai penyakit komorbit meliputi penyumbatan pembuluh darah (CVA), diabetes mellitus (DM) dan penyakit paru-paru serta pneumonia.

Baca Juga:  Covid-19 Update, 15/09/2020

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo menyatakan, penyebab banyaknya orang meninggal karena Covid-19 ini juga dipicu mobilitas masyarakat yang keluar masuk Malang yang semakin banyak. Sehingga mengakibatkan penularan virus baru kian bertambah. “Jumlah kasus aktif Covid-19 masih ada sebanyak 95 orang. Sebanyak 32 orang dirawat di rumah sakit dan 63 lainnya menjalani isolasi mandiri,” kata dia.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk upaya pencegahan penularan kasus baru saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. ”Karena dikhawatirkan, meningkatnya mobilitas penduduk di Kabupaten Malang akan berdampak pada peningkatan kasus baru,” terangnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan kesadaran diri dengan melakukan protokol kesehatan, tidur dan istirahat yang cukup dan berolah raga. “Termasuk melengkapi diri dengan vaksinasi guna menciptakan kekebalan tubuh,” tutup dia.(nif/nay)

WARGA Kabupaten Malang yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 masih cukup banyak. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 17 orang tercatat meninggal dan dimakamkan dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat.

Di bulan November lalu, total ada 13 orang yang dinyatakan meninggal akibat terserang Covid-19. Sementara hingga akhir pekan lalu (16/12) sudah ada 4 orang yang juga dimakamkan dengan protokol Covid-19. Jika di total sudah ada 17 orang meninggal karena Covid-19. Semua pasien yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19 itu meninggal di rumah sakit. Sebagian besar pasien tersebut diketahui mempunyai penyakit komorbit meliputi penyumbatan pembuluh darah (CVA), diabetes mellitus (DM) dan penyakit paru-paru serta pneumonia.

Baca Juga:  Singapura Siapkan Ganti Rugi Rp 2M Untuk Efek Samping Berat Vaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo menyatakan, penyebab banyaknya orang meninggal karena Covid-19 ini juga dipicu mobilitas masyarakat yang keluar masuk Malang yang semakin banyak. Sehingga mengakibatkan penularan virus baru kian bertambah. “Jumlah kasus aktif Covid-19 masih ada sebanyak 95 orang. Sebanyak 32 orang dirawat di rumah sakit dan 63 lainnya menjalani isolasi mandiri,” kata dia.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk upaya pencegahan penularan kasus baru saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. ”Karena dikhawatirkan, meningkatnya mobilitas penduduk di Kabupaten Malang akan berdampak pada peningkatan kasus baru,” terangnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan kesadaran diri dengan melakukan protokol kesehatan, tidur dan istirahat yang cukup dan berolah raga. “Termasuk melengkapi diri dengan vaksinasi guna menciptakan kekebalan tubuh,” tutup dia.(nif/nay)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/