21.6 C
Malang
Jumat, Februari 9, 2024

Tujuh Pemakaman Covid-19 dalam Empat Hari

MALANG KOTA – Awal Desember ini relatif banyak pasien meninggal yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Dalam empat hari saja, 1-4 Desember lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkapkan ada 7 pemakaman Covid-19.

Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengatakan, tujuh pemakaman dengan protokol Covid-19 ini tersebar di tiga kelurahan, yakni Klojen, Gadang, dan Purwantoro.

“Seluruh pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit. Namun, apakah terbukti positif atau tidak, bisa ditanyakan ke dinas kesehatan,” ujar Subaedi.

Mereka meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Tujuh pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 itu berasal dari empat RS. Yakni RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA), RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), RS Panti Waluya, dan RS Lavalette.

Sebelumnya, Subaedi juga mencatat jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Pada Oktober lalu misalnya, terdapat sebanyak 11 pemakaman. Bulan November lebih banyak lagi, yakni mencapai 20 pemakaman protokol Covid-19.

Baca Juga:  Epaper 13 September 2020

Subaedi berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Tak lupa makan makanan bergizi, mengonsumsi vitamin, dan menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. “Terutama menjelang natal dan tahun baru, perlu diwaspadai. Mengingat sekarang tren Covid-19 naik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, meski ada pemakaman Covid-19, tidak semuanya dinyatakan positif Covid-19. Bisa saja suspect Covid-19 dan probable.

Husnul memaparkan beberapa faktor yang membuat seseorang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Di antaranya terkonfirmasi Covid-19 pada tes PCR. Kemudian, suspect atau orang yang dicurigai, tetapi belum ada hasil PCR, serta tidak diketahui (kasus meninggal di rumah). “Laporan kasus meninggal berasal dari rumah sakit yang merawat dan tercatat dalam sistem New All Record (NAR) milik Kementerian Kesehatan,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Baca Juga:  Pandemi, KIR SMAN 5 Malang Koleksi 14 Medali

Seperti pada November lalu, ada sejumlah kasus pemakaman dengan protokol Covid-19. Terdiri atas 1 kasus terkonfirmasi positif. Lainnya adalah kasus probable, yakni suspect dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat, ARDS (sindrom distress pernapasan akut), atau meninggal dengan gambaran klinis Covid-19, tapi belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Lalu, dua kasus lainnya masih menunggu hasil.

Lantas berapa yang positif Covid-19? Husnul mengaku tidak hafal, sehingga harus melihat data. Namun, untuk kasus positif per 11 November lalu ada 10 penderita baru. “Dari 10 kasus itu, 5 di antaranya kasus luar wilayah. Seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” sebutnya. Husnul mengimbau masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, katanya, penting untuk melengkapi vaksinasi. Saat ini capaian vaksinasi dosis satu dan dua sudah 100 persen,” tandasnya. (mel/dan)

MALANG KOTA – Awal Desember ini relatif banyak pasien meninggal yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Dalam empat hari saja, 1-4 Desember lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkapkan ada 7 pemakaman Covid-19.

Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengatakan, tujuh pemakaman dengan protokol Covid-19 ini tersebar di tiga kelurahan, yakni Klojen, Gadang, dan Purwantoro.

“Seluruh pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit. Namun, apakah terbukti positif atau tidak, bisa ditanyakan ke dinas kesehatan,” ujar Subaedi.

Mereka meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Tujuh pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 itu berasal dari empat RS. Yakni RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA), RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), RS Panti Waluya, dan RS Lavalette.

Sebelumnya, Subaedi juga mencatat jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Pada Oktober lalu misalnya, terdapat sebanyak 11 pemakaman. Bulan November lebih banyak lagi, yakni mencapai 20 pemakaman protokol Covid-19.

Baca Juga:  Tim Kalpanax dan Entrostop Semprot Disinfektan di Pasar Kota Blitar

Subaedi berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Tak lupa makan makanan bergizi, mengonsumsi vitamin, dan menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. “Terutama menjelang natal dan tahun baru, perlu diwaspadai. Mengingat sekarang tren Covid-19 naik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, meski ada pemakaman Covid-19, tidak semuanya dinyatakan positif Covid-19. Bisa saja suspect Covid-19 dan probable.

Husnul memaparkan beberapa faktor yang membuat seseorang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Di antaranya terkonfirmasi Covid-19 pada tes PCR. Kemudian, suspect atau orang yang dicurigai, tetapi belum ada hasil PCR, serta tidak diketahui (kasus meninggal di rumah). “Laporan kasus meninggal berasal dari rumah sakit yang merawat dan tercatat dalam sistem New All Record (NAR) milik Kementerian Kesehatan,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Baca Juga:  Pandemi, KIR SMAN 5 Malang Koleksi 14 Medali

Seperti pada November lalu, ada sejumlah kasus pemakaman dengan protokol Covid-19. Terdiri atas 1 kasus terkonfirmasi positif. Lainnya adalah kasus probable, yakni suspect dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat, ARDS (sindrom distress pernapasan akut), atau meninggal dengan gambaran klinis Covid-19, tapi belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Lalu, dua kasus lainnya masih menunggu hasil.

Lantas berapa yang positif Covid-19? Husnul mengaku tidak hafal, sehingga harus melihat data. Namun, untuk kasus positif per 11 November lalu ada 10 penderita baru. “Dari 10 kasus itu, 5 di antaranya kasus luar wilayah. Seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” sebutnya. Husnul mengimbau masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, katanya, penting untuk melengkapi vaksinasi. Saat ini capaian vaksinasi dosis satu dan dua sudah 100 persen,” tandasnya. (mel/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/