Info Bocor, Razia Minim Tangkapan

KOTA BATU – Jika di hari biasanya para gelandangan, pengemis, dan pengamen musiman kerap memenuhi sejumlah tempat di Kota Batu Rabu malam (15/5) lalu pemandangannya cukup berbeda. Jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasanya. Diduga bila mereka sudah mendengar kabar adanya razia yang bakal dilakukan dinas sosial (dinsos) dan Satpol PP Kota Batu. ”Malam ini kami lakukan razia, mungkin sudah terendus jadi para gelandangan, pengemis, dan pengamen liar,” terang Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Dinsos Kota Batu Sri Yunani.

Sasaran operasi saat itu yakni menyisir kawasan Alun-Alun Kota Batu. Sedikitnya ada tiga orang yang terjaring razia. ”Sudah bocor mungkin, kami hanya berhasil menjaring tiga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Biasanya banyak, ya besok akan kami pulangkan,” imbuh Yunani. Hasil razia itu berbanding terbalik dengan rekap dinsos di tahun lalu. Di mana saat bulan puasa seperti saat ini, ada 98 PMKS yang terjaring operasi dan butuh penanganan.

”Tahun lalu segitu, ya artinya terjadi penurunan. Banyak tidaknya tetap kami tangani. Untuk saat ini, kami masih upayakan pengadaan shelter (rumah penampungan) supaya PMKS ini bisa mendapat pelayanan yang lebih baik,” paparnya. Terpisah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol  PP Kota Batu Supriyanto mengaku bila untuk bulan puasa ini pihaknya menambah 12 personel untuk berjaga di wilayah Alun-Alun Kota Batu.

Langkah dilakukan agar masyarakat khususnya pengunjung Alun-Alun Kota Batu merasa lebih nyaman. ”Penambahan personel selalu kami lakukan selama bulan puasa,” kata dia. Agar problem maraknya PMKS bisa diatasi lebih efisien, Satpol PP mengusulkan adanya panggung hiburan yang berada di utara alun-alun. Panggung tersebut bisa dimanfaatkan para pengamen dan juga PMKS lainnya.

Sebagai gantinya, para pengamen bakal dipersilakan untuk menaruh kotak sumbangan sukarela untuk menarik pengunjung. ”Masih kami usulkan dengan dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan (diskoperindag). Rencananya selain dari sumbangan pengunjung, kontribusi ke pengamen juga bersumber dari dana patungan para pedagang. Itu perlu biar sama-sama tertib,” pungkasnya.  

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Mochamad Sadheli