Inflasi Terdongkrak Harga Beras

Kenaikan harga beras medium dalam sepekan ini, dari Rp 10.141 per kilogram menjadi Rp 12.280, memberikan sumbangan besar untuk inflasi di Kota Malang. Beras yang mengalami kenaikan 4,51 persen itu memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1726 persen. ”Beras merupakan pemberi sumbangan inflasi tertinggi dari 10 komoditas utama penyumbang inflasi di Malang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Muhammad Sarjan dalam konferensi pers di kantor BPS Kota Malang kemarin (2/1).

MALANG KOTA – Kenaikan harga beras medium dalam sepekan ini, dari Rp 10.141 per kilogram menjadi Rp 12.280, memberikan sumbangan besar untuk inflasi di Kota Malang. Beras yang mengalami kenaikan 4,51 persen itu memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1726 persen. ”Beras merupakan pemberi sumbangan inflasi tertinggi dari 10 komoditas utama penyumbang inflasi di Malang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Muhammad Sarjan dalam konferensi pers di kantor BPS Kota Malang kemarin (2/1).

Saat ini, Malang menduduki posisi kedua inflasi tertinggi se-Jatim setelah Banyuwangi. ”Per Januari 2018, inflasi Malang menduduki posisi kedua, sebesar 0,63 persen, setelah Banyuwangi yang sebesar 0,70 persen,” tambahnya.

Menurut data BPS, inflasi Kota Malang terus mengalami peningkatan dalam empat bulan terakhir. Inflasi pada bulan September sebesar 0,05 persen, Oktober 0,02 persen, November 0,27 persen, dan Desember 0,49 persen. Dengan begitu, dibanding beberapa bulan terakhir, inflasi kali ini merupakan yang tertinggi. ”Memang bulan ini tertinggi, karena kenaikan bahan pokok seperti beras sebagai penyumbang terbesar,” terangnya.

Jika membandingkan dengan Januari 2017, inflasi pada tahun ini justru mengalami penurunan. Pada Januari 2017, inflasinya sebesar 1,45 persen. ”Persentase perubahan dari tahun sebelumnya sebesar 2,98 persen. Namun ini tetap tinggi, karena kebutuhan pokok naik,” jelasnya.

Tingginya angka inflasi pada awal tahun ini tentu menjadi lampu kuning bagi Pemerintah Kota Malang. Terlebih, penyebab kenaikan tersebut karena tingginya kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto mengakui naiknya harga beras menjadi penyumbang inflasi terbesar. ”Dan itu mungkin akan berubah ketika panen mendatang,” kata Wasto.

Menurutnya, masyarakat Malang tidak perlu khawatir terkait beras, karena hingga ini stok Bulog masih mampu menyediakan beras untuk 6 bulan ke depan. ”Di Bulog masih ada sekitar 600 ribu ton untuk cadangan,” jelasnya.

Sementara, terkait penimbunan stok beras yang dikhawatirkan masyarakat, hal tersebut sudah diantisipasi Pemkot Malang. Distribusi Bulog ke distributor sudah didampingi satgas pangan, sehinggga kecil kemungkinan penyalurannya salah sasaran. ”Dari Bulog distribusinya langsung ke distributor dengan dipantau satgas pangan. Jadi tidak ada yang belok-belok (salah sasaran, Red),” terang dia.

Pewarta: via
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono