Inflasi Kota Malang Tertinggi Kedua di Jatim

MALANG KOTA – Bulan puasa, inflasi Kota Malang mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan dalam rilis inflasi bulan Mei 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Senin, (4/6).

Dwi Handayani, Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Malang menyampaikan, kenaikan inflasi di bulan Mei mencapai 0,29 persen. Jumlah ini lebih tinggi 0,15 persen dari bulan April lalu. “Memang sedang meningkat saat ini. Mungkin juga barengan dengan bulan puasa. Jadi inflasi bulan ini 0,29 persen , kalau kalender dari bulan Januari – Mei itu 1,43 persen,” ujarnya.

Data kenaikan 0,29 persen tersebut di dapatkan dari 10 komoditas penyumbang tertinggi inflasi. Di antaranya maskapai penerbangan, bahan bakar rumah tangga (elpiji), telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, apel, tahu, sepeda motor, perhiasan emas, dan anggur.

“Kenapa elpiji 3kg jadi naik, karena memang peruntukannya kurang sesuai. Dulunya dilepas sekarang sudah kolektif, tapi jadi berkurang jumlahnya. Akhirnya harga naik tinggi,” imbuhnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, data inflasi Malang tertinggi kedua setelah Sumenep. Data 3 tahun yang lalu di hari Lebaran daging sapi, ayam ras, dan kentang naik. “Dari situ kita jadi waspada, setidaknya di bulan ini Lebaran jangan sampai naik lagi. Tapi kalau naik, setelah Lebaran berakhir maka biasanya akan turun kembali,” papar Dwi.



Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina