Industri Rokok Sumbang 45 Persen Penerimaan Pajak di Kabupaten Malang

MALANG – Penerimaan pajak terbesar di wilayah Kabupaten Malang masih bersumber dari sektor industri pengolahan, dengan kontribusi sebesar 52,23%.

Dari jumlah di sektor terbesar itu, industri rokok masuk didalamnya dan mendominasi dengan 45%. “Industri pengolahan termasuk rokok, tapi rokoknya sendiri 45%, lain-lainnya industri pengolahan contohnya keripik lumba-lumba yang ada di Turen itu,” tukas Budi Harjanto, Kepala KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Kepanjen, Jumat, (15/11).

Data ini bersumber dari KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Kepanjen yang membawahi 21 Kecamatan di wilayah bagian selatan Kabupaten Malang. Kantor Penerimaan pajak di Kabupaten Malang sendiri terbagi dua wilayah, Kepanjen dan Singosari. 12 Kecamatan sisanya masuk KPP Pratama Singosari.

Usai rokok di industri pengolahan yang bertumbuh sampai 38,07% terhitung November 2019 ini, subsektor perdagangan besar dan eceran menyusul. Perdagangan besar dan eceran ini termasuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan tingkat pertumbuhan 29,35%.

“Pertumbuhannya lumayan 29,35%, itu artinya dibandingkan waktu yang sama di tahun lalu (2018), di 2019 ini ada kenaikan 29,35 persen itu kenaikannya,” papar Budi

Di posisi ketiga ada kontribusi pajak dari sektor pemerintah daerah seperti pembayaran gaji hingga proyek-proyek pemerintah dengan 10,83% yang bertumbuh di angka 14,99%. Dilanjut jasa keuangan dan asuransi seperti BPR, Bank Umum, hingga koperasi dengan 5,21%, tingkat pertumbuhan 16,54%.

Pertumbuhan negatif justru terlijat dari subsektor kontruksi. Walau tahun ini lumayan berkontribusi 3,32%, namun justru pertumbuhannya minus daripada tahun lalu.

“Kenapa – 25,16% itu maksudnya pertama memang tidak banyak rekanan yang tersaftar disini yang menang proyek, jadi otomatis mengalami penurunan,” tutup Budi.

Pajak subsektor konstruksi banyak yang dimenangkan perusahaan yang tidak terdaftar di KPP Pratama Kepanjen. Jadi, walaupun pembangunannya di Kabupaten Malang, tapi jika yang menang lelang dan yang menggarap adalah jasa konstruksi dari daerah lain, maka penerimaan pajak akan masuk KPP lain.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor : Indra M