Indonesia Miliki 1.771 Jenis Burung, 15 Persen Terancam Punah

JawaPos.com – Selain dihuni ragam suku terbanyak, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu Negara yang mempunyai beragam jenis flora dan fauna. Khusus spesies burung, Indonesia bahkan menduduki peringkat 4 terbanyak di dunia.

Presiden Peneliti Ornitologist Union, Ignatius Pramana Yudha mengatakan, jumlah fauna burung di Indonesia mencapai 1.771 ragam dan 400 diantaranya termasuk jenis burung endemik.

“Sayangnya, 15 persen diantara jenis burung ini sudah terancam punah,” kata Ignatius Pramana Yudha dalam Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBRI) ke-V bekerjasama dengan Jurusan Biologi Universitas Andalas (Unand) di Padang, Senin (28/1).

Berbagai hal menjadi penyebab berkurangnya spesies burung di Indonesia. Mulai dari kerusakan habitat, korban perburuan maupun perdagangan oknum tak bertanggungjawab. Banyak juga burung yang dipelihara masyarakat dan bahkan dikonsumsi.

“Suplayer terbesar perdagangan burung dari Sumatera. Sebetulnya, sudah ada Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur soal ini. Tapi tidak berjalan baik. Harapan kami, kedepannya, setiap desa (Nagari) menguatkan pelestarian burung dari jarahan tangan oknum tak bertanggungjawab,” katanya.

Atas kondisi itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, pihaknya memerlukan rekomendasi jenis atau spesies burung yang harus dilindungi. Sehingga, Pemprov maupun kabupaten/kota dapat membuat peraturan untuk memberikan sanksi pada oknum yang menangkap burung-burung dilindungi tersebut.

“Jangan sampai diteliti saja, namun tanpa tindakan. Kami (pemerintah) butuh rekomendasi jenis-jenis burungnya dulu,” kata Nasrul.

Sumbar juga memiliki ragam jenis burung yang terbilang banyak, lanjut Nasrul. Apalagi, Sumbar memiliki kawasan taman nasional seluas 1,2 juta hektar, dan 500 hektar diantaranya masih alami.

Kedepan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta merangkul organisasi dan masyarakat pecinta burung yang ada di Sumbar. Tujuannya, agar jenis-jenis burung yang dilindungi semakin terjaga keberadaannya.

“Faktor terisolasinya burung itu banyak, seperti banyaknya pembukaan lahan perkebunan baru, perburuan, bahkan banyaknya lomba burung berkicau,” katanya.

Rektor Unand Tafdil Husni menyebutkan, jika luas kampus Unand mencapai 500 hektare dan 200 hektare diantaranya adalah hutan lindung. Kawasan hutan lindung inilah yang menjadi tempat penelitian jurusan biologi, termasuk kawasan bebas berbagai jenis burung untuk berkembangbiak.

“Unand peduli dan berperan aktif dalam konservasi serta menjaga lingkungan, termasuk menjaga keberadaan spesies burung. Bahkan, lebih 40 hasil penelitian dosen dan mahasiswa Unand terkait hal ini,” kata Tafdil. (Riki Chandra)

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra