Ikke Nurjanah Tampil di Europalia Arts Festival 2018

Wanita 43 tahun itu dijadwalkan menggelar konser dalam Europalia Arts Festival Indonesia yang diadakan di Niewue Kerk, Den Haag, Belanda pada 6 Januari 2018. Keikutsertaan ini tentu amat membanggakan bagi Ikke Nurjanah. Sebab sejak diselenggarakannya festival ini, baru pertama kali musik dangdut diikutsertakan sebagai salah satu seni pertunjukan musik asal Indonesia.

“Saya sangat senang, bangga dan juga bersyukur atas kesempatan yang istimewa ini. Atas nama seniman musik dangdut, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta Europalia Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada musik dangdut untuk memperkenalkan dirinya di Eropa,” kata Ikke Nurjanah kepada JawaPos.com, Selasa (2/1).

Pelantun Terlena itu menilai tampil di Belanda adalah kesempatan besar untuk memperluas pendengar musik dangdut, khususnya di Eropa.

“Iya benar. Saya hanya sebagai pelopor saja. Semoga kesempatan ini akan dikuti oleh generasi berikutnya,” ucapnya.



Untuk keperluan penampilanya, Ikke mengaku telah mempersiapkan konsepnya, mulai dari musik, lagu, kostum, maupun aksi panggungnya. Dia akan mengusung konsep Short Story Of Dangdut, yakni bercerita tentang seperti apa perjalanan dan suguhan musik dangdut secara langsung.

Untuk itu, dia mengaku telah mempersiapkan sekitar 12 lagu, mulai dari hitsnya sendiri sampai karya Rhoma Irama, Meggy Z, Rita Sugiarto, Daniel Sahuleka, dan musisi lainnya.

“Saya membawa musisi muda dangdut Indonesia yang tergabung dalam Ikke Nurjanah Ensemble, terdiri atas keyboard, gendang, suling dan gitar. Gunanya agar masyarakat Eropa menyaksikan dan merasakan sendiri secara langsung seperti apa musik dangdut itu,” jelasnya.

Europalia Arts Festival merupakan festival budaya internasional dua tahunan yang mempersembahkan Cultural Heritage, yakni mengangkat kesenian dan kebudayaan. Dalam setiap festival biasanya dipilih satu negara tamu kehormatan atau guest country.


(ded/JPC)