Ijazah yang Terbakar Dijamin Aman

Amukan api yang berkobar di MA (Madrasah Aliyah) An-Nur, di Desa/Kecamatan Bululawang selasa (23/1) lalu. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab pasti dari pemicu kebakaran. Kemarin (24/1) siang, Mapolsek Bululawang berkoordinasi dengan tim Labfor (Laboratorium Forensik) Polda, melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

BULULAWANG – Amukan api yang berkobar di MA (Madrasah Aliyah) An-Nur, di Desa/Kecamatan Bululawang selasa (23/1) lalu. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab pasti dari pemicu kebakaran. Kemarin (24/1) siang, Mapolsek Bululawang berkoordinasi dengan tim Labfor (Laboratorium Forensik) Polda, melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

Dari pengamatan wartawan koran ini saat mengunjungi lokasi kebakaran kemarin siang. Tim labfor dari Polda, yang dipimpin Kompol Andik ini, masih terlihat begitu sibuk melakukan identifikasi guna mencari penyebab pasti dari kebakaran, yang terjadi di MA An – Nur tersebut. Selain mengambil beberapa gambar dan data, sebanyak tiga orang dari tim labfor ini, juga mengidentifikasi beberapa puing-puing sisa dari kebakaran. ”Rencananya tim dari labfor juga akan membawa barang bukti berupa abu bekas kebakaran untuk diidentifikasi. Tujuannya untuk mencari tahu pemicu dari insiden ini, apakah api berkobar karena disengaja menggunakan bahan bakar atau arus listrik,” kata Reskrim Polsek Bululawang Iptu Ronny Margas saat ditemui di sela identifikasi kemarin.

Ronny menambahkan, terdapat beberapa indikasi dari penyebab kebakaran. Namun sementara ini, polisi menduga pemicu-nya adalah arus pendek listrik, dari stop kontak komputer yang tidak pernah dilepas. Maklum saja, di gedung dua lantai, yang merupakan ruangan TU (Tata Usaha), sekaligus ruang kepala sekolah dan guru tersebut, memang terdapat beberapa unit elektronik, salah satunya adalah komputer. ”kemungkinan hasil dari labfor akan keluar dua minggu kedepan, nantinya jika hasilnya sudah keluar maka akan segera kami adakan gelar perkara,” terang Ronny kepada Jawapos Radar Kanjuruhan kemarin.

Sementara itu, Waka Kesiswaan Rodial yang turut menyaksikan proses identifikasi dari tim labfor, menuturkan jika pihaknya juga menunggu hasil labfor dari kepolisian. Jika memang sudah diketahui penyebab pasti dari kebakaran ini, nantinya akan segera dilakukan renovasi terhadap gedung yang hangus dilahab si jago merah tersebut. ”Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Kemenag (Kementrian Agama), terkait beberapa dokumen penting yang turut hangus dilahab api,” kata Rodial saat ditemui kemarin.

Menanggapi hal ini, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Malang M Arifin mengatakan, dari hasil labfor ini nantinya akan menjadi bahan pembahasan, terkait ijazah yang terbakar pada selasa (23/1) lalu. Selain itu, lembaga pendidikan dari MA An-Nur ini, dihimbau untuk mengajukan data terkait ijasah milik siapa saja yang menjadi korban. Tentunya dengan cara melihat data dari alumni yang bersangkutan, misalnya dari raport dan beberapa penilaian selama menempuh pendidikan dulu. Dari situ Kemenag Kabupaten Malang, akan memberikan rekomendasi, guna mengurus salinan ijazah. ”Dari salinan ini, berisi tentang keterangan jika pernah menempuh pendidikan di MA An-Nur. Jadi salinan ijazah ini memiliki kegunaan selayaknya ijazah, karena memang berkekuatan hukum,” pungkasnya.



Pewarta : Ashaq Lupito
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Ashaq Lupito