IHSG Akhir Tahun Ditutup Merah, Anjlok 0,47 Persen ke 6.299

JawaPos.com – Perdagangan pasar saham Indonesia pada pengujung 2019 secara resmi ditutup oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Pada penutupan hari ini, Senin (30/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam teritori negatif. IHSG belum beranjak dari zona merahnya dengan turun 0,47 persen atau 29,77 poin, ke 6.299.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.336,92 dan terendah 6.289,54. Sebanyak 234 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 195 saham menguat dan 151 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi perdagangan saham 439.878 kali dengan volume perdagangan 15,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 586,68 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.925.

Menurutnya, pelaku pasar harus menghadapi tantangan berat pada tahun ini akibat faktor geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia. Sehingga dibutuhkan kerja keras dalam tata kelola kinerja perekonomian.

Meski begitu, Sri Mulyani mengapresiasi, pasar modal Indonesia dapat tetap tumbuh di tengah melesunya perdagangan pasar saham dunia. Hal tersebut terlihat dari jumlah invetor saham yang tumbuh menjadi 2,5 juta investor atau naik sebesar 40 persen dibanding tahun lalu.

“Sinergi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan Bank Indonesia (BI) dan juga Otoritas Jasa Kauangan (OJK) serta instansi lain merupakan pilar yang sangat penting,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin (30/12).

Selain itu, lanjutnya, kinerja impresif lainnya juga dilakukan saat BEI dan OJK bersama-sama membersihkan transaksi maupun pelaku yang tidak baik. Sebab, transaksi semacam itu dapat mencederai reputasi bursa dan pasar moda Indonesia.

“Karena bagaimanapun pasar modal akan tumbuh dalam menciptakan pedalaman ekonomi dan keuangan. Apabila reputasi dan kredibilitas regulator dan SRO efektif, dan perlindungan kepada pemodal kecil dilakukan atas tindakan yang sifatnya predator,” tuturnya.

Sebagai informasi, saham-saham yang menguat antara lain HOTL yang naik 34,48 persen ke Rp 156 per saham, ITIC menguat 25 persen ke Rp 2.600 per saham dan SUPR naik 24,71 persen ke Rp 3.280 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya POOL yang turun 25 persen ke Rp 156 per lembar saham, MFMI melemah 24,88 persen ke Rp 770 per lembar saham dan KOIN turun 21,99 persen ke Rp 110 per lembar saham.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri