Identitas Belum Terungkap: Celana Dalam Gadis Korban Mutilasi Pasar Besar Malang Berwarna Cokelat Berloreng

Ptugas mengamankan sejumlah barang di lokasi kejadian penemuan korban mutilasi

KOTA MALANG – Siang ini (15/5) rencananya Polda Jatim akan bergabung dengan Polres Malang Kota untuk menyelidiki kasus mutilasi Pasar Besar Malang (PBM). Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Makota, AKBP Asfuri saat ditemui awak media.

“Iya Polda kesini untuk membantu kita,” ujarnya.

Belum ada kabar apakah Polda Jatim akan mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau menuju ruang otopsi terlebih dahulu. Pihak Polres Makota sendiri masih menunggu kabar.

Asfuri lebih lanjut menjelaskan hingga tadi malam sudah ada 6 saksi yang diperiksa. Saksi tersebut yakni 2 orang pedagang, 3 security, dan satu orang dari masyarakat yang tadi malam melaporkan kehilangan keluarganya sejak 27 April 2019.

“Kemarin ada yang melaporkan lalu kita pastikan dengan memperlihatkan celana dalam korban yang berwarna cokelat berloreng. Awalnya dia bilang keluarganya yang hilang tersebut punya celana dalam tersebut tapi setelah diamati ternyata bukan,” jelasnya.

Sedangkan untuk perkembangan otopsi sampai sekarang sidik jari korban belum bisa diidentifikasi karena jari-jarinya saat keras akibat pengerasan kematian. Sehingga proses otopsipun terhambat. Belum ada informasi dari RSSA Malang terkait lamanya proses otopsi.

“Iya jari-jarinya mengeras, masih diselidiki kenapa bisa kayak gitu. Lalu juga warna wajahnya menghitam kita belum tahu kenapa dan sudah berapa hari tewas,” sambungnya.

Sebagai informasi identitas korban yang diduga perempuan ini memiliki rambut sebahu dengan tinggi badan kurang lebih 155 cm.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu