Identifikasi Rumah Terdampak Jalur Ganda di Surabaya setelah Lebaran

 Identifikasi Rumah Terdampak Jalur Ganda di Surabaya setelah Lebaran

JawaPos.com – Proyek jalur ganda kereta api di wilayah Surabaya kembali dibahas. Masalah tanah warga yang terdampak proyek masih menjadi prioritas. Badan Pertanahan Surabaya (BPS) 1 berencana mendata rumah warga tersebut setelah Lebaran.

Kamis (16/5), Kasi Pengadaan Tanah BPS 1 Musleh mengungkapkan, pihaknya bersama pihak Kecamatan Jambangan telah memberikan sosialisasi kepada warga. Sosialisasi itu terkait dengan lahan mereka yang nanti dijadikan rel lintasan kereta. “Saat ini sosialisasi masih berlangsung,” ungkapnya. Setelah itu, BPS 1 mengidentifikasi setiap dokumen yang dimiliki warga. BPS 1 saat ini hanya memprioritaskan lahan yang alas haknya milik warga.

Dalam pembebasan lahan, ada dua jenis status kepemilikan bangunan. Pertama, tanah yang ditinggali memang sudah milik warga. Kedua, rumah lainnya berada di tanah milik PT KAI.


“Setelah identifikasi, baru nanti tahap appraisal,” ucapnya. Musleh menjelaskan, setelah penghitungan selesai, ganti rugi lahan terdampak itu langsung diberikan oleh Ditjen Perhubungan. Bukan diganti pemkot.

Proyek jalur ganda di Surabaya melewati tiga kecamatan di kawasan Surabaya Selatan. Mulai Kecamatan Jambangan, Gayungan, hingga Wonokromo. Saat ini sosialisasinya baru dilakukan di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan.

Lurah Pagesangan Eni Sri Endah Yekti mengungkapkan, saat ini pihaknya tinggal menunggu perintah dari tim dan badan pertanahan. Terutama terkait sosialisasi dan pemberian imbauan kepada warga yang terdampak.

Disinggung soal sikap warga, Eni mengungkapkan bahwa hingga kemarin dirinya belum tahu. Apakah seluruh warga sudah setuju atau belum. Yang jelas, saat pertemuan Selasa lalu, beberapa warga telah menyerahkan bukti fotokopi alas haknya. “Sikap warga mungkin baru diketahui setelah ada nilai ganti rugi,” ucapnya.

Eni mengungkapkan, dirinya juga belum mengetahui pasti jumlah warga yang terdampak di wilayahnya. Yang jelas, mayoritas warga yang terdampak jalur ganda berada di sisi kiri rel jika dilihat dari arah Wonokromo.

Jawa Pos sempat mengunjungi lokasi rumah dan lahan yang terdampak itu kemarin. Di bagian sisi timur rel, ada puluhan bangunan yang berdiri. Semuanya sudah permanen. Ada juga yang ditingkat.

Berdasar data yang dihimpun, ada sekitar 32 persil di Kelurahan Pagesangan yang terdampak proyek. Sementara itu, panjang jalur ganda di area Surabaya mencapai 15 ribu meter persegi.