ICDS 48 Hotel Tugu Malang Persembahkan Malam Badonci dan Badendang Ambon

KOTA MALANG – Pesona Indonesia tak pernah henti dipromosikan Hotel Tugu Malang. Pada Indonesia Culture Dining Series (ICDS) ke 48, Hotel Tugu Malang bakal menyajikan ragam musik, seni dan budaya dari Ambon.

Untuk diketahui, Ambon dinobatkan sebagai “Kota Musik” oleh UNESCO World Cities Day 2019. Hal ini menjadikan Ambon salah satu dari 66 kota di dunia pada yang masuk pada UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun ini.

Untuk mengapresiasi hal ini, Hotel Tugu Malang pada 15 Desember di Ruang Tirta Gangga dengan bangga bakal menyajikan musik dan tari daerah dari Ambon. Bertemakan “Malam Badonci & Badendang Ambon” yang berarti berdansa dan berdendang Ambon.

“Di sajian ini, pengunjung akan dibawa seakan berada dalam susasana meriah Kota Musik Ambon ke acara makan malam ekslusif,” kata Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardhana.

Pertunjukan musik Ambon ini akan diikuti dengan tarian yang interaktif. Lagu-lagu yang akan dibawakan antara lain adalah Ayo Mama. Yakni lagu yang menceritakan bujukan seorang anak agar ibunya tidak memarahinya karena bergandengan tangan dengan kekasihnya.

Serta dilantunkan lagu Beta Berlayar Jauh yang merupakan lagu berisi rasa penyesalan dan rindu. Karena meninggalkan kota Ambon tercinta untuk merantau. Sedangkan lagu Sio Mama mengungkapkan rasa rindu mendalam kepada sang ibu sembari mengenang masa lalu ketika masih dimanja dimasa kecil dahulu.

Penampil juga akan membawakan lagu Sudah Berlayar yang menceritakan rasa rindu terdalam terhadap kampung halaman di Ambon. Termasuk bakal membawa lagu daerah berjudul Huhate berisikan nasihat untuk pintar-pintarlah mencari teman juga akan dinyanyikan pada malam ini.

Tak ketinggalan, pertunjukan malam itu pun akan dimeriahkan dengan menari Poco Poco bersama, lagu tari Poco Poco diciptakan oleh penulis lagu dari Ambon yang menggunakan bahasa Ternate pada lirik lagu.

“Dalam pengalaman bersantap ini tamu dapat menikmati berbagai pilihan makanan nusantara dari restoran Melati seperti, beragam pilhan Nasi Rawon, Nasi Buk, Rendang Padang, Tugu Risjtaffel dan masih banyak lagi,” imbuh Richard.

Perlu diketahui, Hotel Tugu Malang terletak tepat di jantung kota, 5 menit dari Stasiun Kereta Api Kota Malang. Hotel Tugu Malang merupakan hotel bintang lima pemenang penghargaan Certificate of Excellence selama 8 tahun berturut-turut.

Koleksi barang-barang seni yang tak ternilai harganya menghiasi setiap sudut hotel, menciptakan suasana klasik peninggalan era kolonial Belanda, tradisi Indonesia yang berabad umurnya, dan juga kebudayaan Jawa Peranakan yang romantis. Dengan 49 kamar, 2 restoran, serta 5 ruang serbaguna, Hotel Tugu Malang memadukan romatisme budaya dengan kecanggihan fasilitas masa kini.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia