IBU Wujudkan Empat Kompetensi Santri

MALANG KOTA – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang menggandeng Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh sebagai laboratorium pembelajaran. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang Dr Nurcholis Sunuyeko dan Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof KH Prof Dr Ir Muhammad Bisri kemarin (17/5).

Nurcholis menegaskan, dengan menjadikan ponpes sebagai laboratorium, hal itu akan menjadi ladang pengembangan teknologi pembelajaran berbasis pesantren. Apalagi hal itu masih langka dikembangkan, baik dalam khasanah ilmu pendidikan atau ilmu pembelajaran. ”Khususnya bagaimana memberikan sentuhan teknologi pembelajaran untuk menyongsong digitalisasi industri 4.0 di lingkungan ponpes. Jadi, kampus bisa memberikan manfaat atau nilai plus bagi masyarakat, khususnya di pondok pesantren ini,” jelasnya.

Sementara itu, KH Prof Dr Ir Muhammad Bisri sebagai pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh menyambut gembira kerja sama ini. Menurut mantan rektor UB ini, dia mengakui selama ini proses pembelajaran di dalam pondok kurang memenuhi standar. ”Standar dalam arti, sisi gurunya, sisi materinya, sisi teknologi dan sisi metodologinya,” paparnya.

Sehingga Bisri berpikiran bagaimana bisa membenahi ponpes ini supaya tak kalah dengan pendidikan lain (nonpondok boarding school). Oleh karena itu, dia meminta IKIP Budi Utomo membantu dalam banyak hal.

Termasuk peningkatan kompetensi guru. Misalnya ke depan akan ada training of trainer (ToT) mengenai peningkatan kompetensi guru. Setelah itu, guru akan mendapatkan sertifikat. ”Kami ingin di sini pun ya boarding school, ya pondok saya akhirnya terbuka dengan IKIP Budi Utomo. Karena saya lihat IKIP yang masih bagus ilmu keguruannya di Malang,” terangnya.



Tak hanya peningkatan kompetensi guru, ke depan IKIP Budi Utomo juga akan membenahi kurikulum dan silabus antara SMP-SMA agar sejalan dengan ponpes. Bisri juga menambahkan, nantinya konten silabus harus berisi 4 kompetensi. Di antaranya, agama, kewirausahaan, teknologi, dan bahasanya. ”Jadi, keempat kompetensi ini akan dirangkai sehingga ketika lulus, mereka siap agama kuat, bisa bekerja, pintar IT, dan bisa berbahasa,” pungkasnya.

Pewarta : Binti Faktur
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani
Fotografer : Binti Rosida