IBU Menuju Kampus Bereputasi Internasional

MALANG KOTA Tantangan dunia digital tidak melemahkan IKIP Budi Utomo (IBU). Kampus ini justru terus melakukan adaptasi dengan meningkatkan infrastruktur berbasis information and technology (IT). Tak hanya itu, IBU juga meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi swasta di Malang yang memasuki era paperless (tanpa kertas).

Terobosan itu telah dilakukan sejak tahun lalu dan saat ini makin disempurnakan. ”Kami memang telah menerapkan teknologi paperless. Artinya, semua aktivitas perkuliahan tidak lagi bergantung pada teks book,” ungkap Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko MSi. ”Karena semua telah di-setting berbasis IT,” sambungnya.

Bahkan, teknologi itu telah dikembangkan pada penggunaan virtual reality (VR). Yakni, teknologi yang memanipulasi dunia nyata ke dunia maya. Untuk mengoptimalkan terobosan ini, menurut Cholis–sapaan akrab Nurcholis Sunuyeko– akan ada beberapa kelas (ruang kuliah) yang dijadikan pilot project.

Karenanya, bukan mahasiswa saja yang dituntut melek IT. Para dosen juga dipacu meningkatkan kualitas. Yaitu, dengan mendorong para tenaga pengajar mengantongi gelar S-3 (doktor).

Mengacu data IBU, jumlah dosen di kampus ini mencapai 202 orang. Dari angka itu, baru 15 tenaga pengajar yang bergelar S-3. Sedangkan 187 lainnya, masih bergelar S-2 dengan 14 di antaranya sedang menempuh pendidikan S-3. ”Target kami, setiap tahun ada penambahan 10 dosen yang menuntaskan program doktoralnya,” harap rektor yang juga ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Malang ini.



Dengan begitu, bukan hanya rasio dosen-mahasiswa yang terjaga, kemampuan para tenaga pengajarnya pun tidak kalah dengan kemajuan zaman. Apalagi, di posisi sekarang, IBU sedang mengejar akreditasi A.

Salah satunya dengan semakin meningkatkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). ”Meningkatkan nilai akreditasi sangat penting bagi perguruan tinggi. Karena menjadi bentuk pengakuan pemerintah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” terang Cholis. ”Selain itu, akreditasi B yang diraih IBU pada 2016 akan berakhir pada 2021 mendatang. Karenanya, upaya-upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, dosen, penelitian, dan kerja sama internasional terus kami lakukan,” pungkasnya.

Pewarta               : Nenny
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Mardi Sampurno