Ibu Korban Pemukulan Oleh Oknum Polisi Bersimpuh di Pemakaman Anaknya

JawaPos.com – Tangis haru Ratna, 49, tak terbendung menyertai prosesi pemakaman korban pemukulan yang dilakukan oleh dua oknum Polisi di pemakaman Kampung Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, Jumat (4/1).

Ibu angkat dari PR,15, nampak tidak rela melepas kepergian anaknya, yang sebelumnya sempat koma selama 12 hari. Bahkan, Ratna hanya bisa bersimpuh ketika melihat jenazah PR dimasukan ke liang lahat.

Sambil menangis, Ratna terus menyebut nama anaknya. Kondisinya ini membuat pelayat lain ikut larut dengan kesedihan, begitu juga personel polisi yang hadir.

Jenazah korban saat akan dibawa ke pemakaman. (Boni Bani/JawaPos.com)


“Ya Allah ampunilah anakku, aku tak sanggup pulang tak ada anakku,” kata Ratna ditengah prosesi pemakaman.

Sebelum itu, Ratna juga sudah terlihat histeris ketika jenazah PR akan disalatkan di masjid yang tak jauh dari rumah duka. Ia terpaksa harus dipapah karena hampir tak sadarkan diri. Ibu yang merawat korban sejak duduk di kelas 2 SD ini terus meracau. Ia tidak menyangka anaknya sudah tiada.

“Ya Allah ampunilah anakku, ya Allah ampunilah anakku,” kata Ratna yang terus berurai air mata.

Senada dengan Ratna, Ilyas Bapak Angkat PR juga terpukul dengan kepergian siswa kelas XI SMAN 10 Batam ini. Sambil mengiringi prosesi pemakaman, matanya terlihat sembap dan sesekali terlihat menyeka air mata. Ilyas tidak banyak berkomentar, ia hanya mengangguk ketika membalas ucapan belasungkawa yang disampaikan warga.

Prosesi pemakaman PR sendiri selesai dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. Meskipun demikian, warga yang hadir tidak langsung pulang. Mereka masih terlihat bertahan di rumah duka, begitu juga dengan puluhan anggota kepolisian yang hadir.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Eri Syahrial mengatakan, pihaknya akan menunggu pihak keluarga untuk membuat laporan secara resmi. Walaupun sebelumnya, sudah ada upaya serupa dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.

“Saya harapkan pelaporan model A (penindakan langsung tanpa adanya laporan) bisa dijalankan oleh kepolisian karena korban sudah ada, dan pelakunya juga dari kepolisian. Kami ingin prosesnya bisa dilanjutkan,” kata Eri seusai pemakaman.

Editor      : Budi Warsito
Reporter : Bobi Bani