KOTA MALANG – Sesuai mandat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, ibu hamil yang diperiksa dan sudah diagnosa hamil harus mendapat pemeriksaan fisik dengan standar 10T Antenatal Care (ANC).

10 ANC ini di Kota Malang sendiri sedang dicoba Dinkes untuk diterapkan dipraktik bidan mandiri yang memang jadi tujuan utama mayoritas ibu hamil di Kota Malang.

Bagi ibu hamil atau calon ibu hamil yang belum mengetahui 10T, program ini meliputi berbagai pemeriksaan fisik yang wajib diperoleh ibu hamil selama masa sebelum, sesudah dan selama kehamilan.

“Itu adalah standar dan alatnya, Dinkes Kota Malang akan mencoba memenuhinya,” papar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar SST MM, ditemui di Same Hotel, Malang dalam acara Pertemuan Evaluasi Program Kesehatan dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Tahun 2018, pada Kamis, (6/12).

Yang pertama, program 10T ini meliputi timbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Kedua yaitu pemeriksaan tekanan darah. Ketiga dengan mengukur nilai status gizi.

“Untuk mengukur gizi ini bisa dengan mengukur Lingkar Lengan Atas atau LiLA,” jelas Miefta.

Yang keempat adalah pemeriksaan puncak rahim. Kelima menentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ). Keenam, screening status imunisasi Tetanus.

“Juga pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan,” urai Miefta.

Ketujuh, yaitu pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan untuk mencegah ibu hamil kekurangan darah atau anemia.

“Selanjutnya, Kedelapan, yang juga wajib yaitu test laboratorium berupa cek hemoglobin, protein urine, glukosa urine),” tambahnya.

Kesembilan yaitu tatalaksana kasus (Penyuluhan atau pengobatan) dan yang terakhir, Temu wicara (konseling) termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB paska persalinan.

“Nah hal ini yang sedang ingin kita berikan kepada ibu hamil lewat bidan bidan yang ada di Kota Malang agar mereka dapat pelayanan sesuai standart 10T,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Ilustrasi dok JPNN
Penyunting : Fia