IAI Al-Qolam Kembangkan Desa Syariah lewat Konsep Maslahah

Ketua LP3M IAI Al-Qolam, Akhmad Atho’ Lukman Hakim SAg MSc

GONDANGLEGI – Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) riset berbasis pesantren, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang tak hanya konsen pada penguatan internal. Tapi, juga pemberdayaan lingkungan sekitar lewat gagasan desa maslahah (memelihara tujuan syari dan meraih kemanfaatan/menghindarkan kemudaratan).

Ketua Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M) IAI Al-Qolam Akhmad Atho’ Lukman Hakim SAg MSc membeberkan, program itu ditelurkan sejak tiga tahun lalu. Teknisnya, mengelola desa dengan konsep filsafat Islam atau syariah.

Misalnya, mendampingi sebuah desa dalam hal kedaulatan pangan berbasis lokal. Ada pula membangun desa dalam konteks spiritualitas sesuai nilai-nilai dalam Islam.

”Lewat pemberdayaan itu, kami bisa mengukur desa ini indeks maslahahnya di mana,” kata dia.

Menurut Atho’–sapaan akrab Akhmad Atho’ Lukman Hakim–ada enam aspek yang menjadi tolok ukur pemberdayaan desa tersebut. Yakni, hak ekonomi warga, hak akses pendidikan, kesejahteraan generasi, peningkatan keberagaman, kehormatan, dan lingkungan hidup (ekologi).

”Kami menggunakan tiga gatra pendekatan. Secara ekonomi, budaya, dan politik,” terangnya.

Dia mencontohkan pemberdayaan di Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Yakni, dengan mengembangkan kelompok-kelompok rentan di masyarakat.

Pilihannya adalah golongan para janda produktif dan memiliki anak. Mereka didorong memiliki usaha bersama. ”Ada yang sudah punya usaha keripik dan home industry lainnya,” ujar Atho’.

Lebih lanjut dia berharap, dengan konsep desa maslahah itu, IAI Al-Qolam turut andil membangun masyarakat Kabupaten Malang. Apalagi, hal tersebut juga menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Pewarta: Neny Fitrin
Penyunting: Neny Fitrin
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: IAI Al-Qolam