Hubungan Seks Sejenis Berisiko Paling Tinggi Tularkan HIV AIDS

Selama ini masyarakat sudah memahami penularan bisa terjadi pada mereka yang menggunakan narkotika suntik bergantian, berhubungan seks berganti-ganti pasangan, pengguna jarum tidak steril pada transfusi atau tato. Ternyata paling tinggi penularan HIV adalah melalui seks anal atau melalui lubang dubur.

“Paling tinggi itu penularan lewat anal. Kemudian seks vaginal,” kata Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD kepada JawaPos.com, Jumat (1/12).

Selain itu, penularan paling tinggi ketiga adalah melalui penggunaan jarum suntik bergantian pada penderita HIV. Ada sebagian kecil kasus transmisi virus dengan melalui proses kehamilan, kelahiran, dan menyusui, serta pada tenaga medis yang tidak sengaja tertusuk jarum bekas penderita HIV.

Paling sedikit penularan HIV juga bisa melalui oral seks, transfusi, dan donor organ. Serta penularan melalui berbagi makanan yang digigit oleh penderita HIV, digigit oleh penderita HIV, berciuman dengan penderita HIV.

“Hal itu bisa terjadi jika orang yang sehat memiliki luka atau sariawan di mulut, atau kontak kulit yg terluka dengan cairan tubuh penderita HIV,” papar Kristoforus.

Karena itu siapa saja seluruh masyarakat dengan kelompok berisiko tersebut ataupun bukan kelompok berisiko sebaiknya memeriksakan diri karena virus ini sudah tersebar di sekitar kita. Masyarakat juga diimbau jangan menaruh stigma atau melakukan diskriminasi kepada para Orang dengan HIV AIDS (ODHA).


(ika/ce1/JPC)