Hot, Warga Jepang Makin Malas Menikah

Hot, Warga Jepang Makin Malas Menikah

Pada tahun 2017, jumlah pasangan yang menikah berkurang sampai 13.000 dari tahun 2016 menjadi 607.000 pasangan. Ini adalah penurunan berturut-turut selama lima tahun terakhir. Jumlah ini juga terendah sejak akhir Perang Dunia II.

Seperti dilansir Japan Today, Minggu, (7/1), Kementerian Kesehatan mengatakan, jumlah pernikahan yang menurun disebabkan oleh menurunnya populasi orang muda dewasa. Perubahan harus dilakukan pada masyarakat Jepang agar pernikahan lebih mudah bagi pasangan.

Para pengamat sering kali menyalahkan biaya perawatan anak dan pendidikan Jepang yang tinggi. Beberapa perusahaan sering menyebut, wanita yang sudah menikah dan memiliki anak menjadi penghambat dalam pekerjaan. Ini membuat orang enggan menikah.

Meski tidak disebutkan oleh Kementerian Kesehatan, kemungkinan alasan lain untuk menurunnya jumlah pernikahan adalah pasangan yang belum menikah lebih suka tinggal bersama. Tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo memudahkan orang ganti pasangan jika sudah bosan walaupun ini tak bisa diterima di budaya ketimuran seperti Indonesia.

Bukan hanya jumlah perkawinan yang turun tahun lalu, survei tersebut juga menunjukkan bahwa hanya 212.000 pasangan yang bercerai selama periode 2017. Angka tersebut, turun 4.800 dibandingkan tahun 2016. Ini juga merupakan angka terendah dalam 20 tahun.




(iml/JPC)