Hoax di Sosial Media, Alat Perang Politik Masa Kini

Henri Subiakto saat memaparkan materi

MALANG – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemeterian Kominfo dalam acara bertajuk Merawat Nilai-nilai Pancasila di Era Digital di Kabupaten Malang, Senin, (1/4) siang ini mengingatkan masyarakat agar hati-hati dengan berita hoax yang ada di sosial media.

Karena lewat hoax, menurut Prof. Dr. Henri Subiakto SH MA, Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Kominfo RI di era digital ini, hoax sudah digunakan sebagai alat perang di masa kini yang bisa memecah belah bangsa.

“Hoax digunakan sebagai alat perang, sedangkan cyber army adalah pelaku dibaliknya,” sebut Henri.

Hoax politik maupun ideologi biasanya akan disebar secara masiv lewat upload ke sosial media seperti YouTube dan Facebook.

“Itu yang dicontoh kasus new zealand, bahwa sekarang orang mulai diajari untuk perang di sosial media, untuk mengangkat teror di dunia nyata,” sebut Guru Besar FISIP Universitas Airlangga ini.



Hoax menurutnya dibuat untuk menakut nakuti penduduk. Target hoax adalah ciptakan kecemasan dan kebencian di kalangan mayoritas. “Hoax ditargetkan menakut nakuti mayoritas masyarakat lewat akun dan fake media, dan berita hoax itu berulang di seluruh dunia dengan konsep yang sama,” tegasnya.

Dia mencontohkan banyaknya berita hoax seperti yang terjadi saat pemilu di Amerika dan kasus hoax yang ada Indonesia.

“Ada copy paste dari negara negara di seluruh dunia, yang intinya sama, memakai hoax yang memakai isu untuk memecah mayoritas,” sebutnya. Di akhir, dia menyampaikan kepada peserta forum yang hadir untuk terus melawan hoax dengan cara cari tahu sumbernya dan selalu double cross check sebelum membagikan lagi.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido