HKTI Ajak Para Santri Miliki Ilmu Pertanian

Potensi itu dibidik oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang ingin mengembangkan program teknik pertanian untuk masyarakat Indonesia. Program itu pengembangan kerja sama antara HKTI sebelumnya dengan perguruan tinggi.

Ketua Umun HKTI Moeldoko mengungkapkan, santri di pesantren perlu diajarkan ilmu pertanian. Setelah keluar dari ponpes, para santri diharapkan akan menjadi center of gravity dari lingkungannya.

Ketua Umum HKTI Moeldoko
(dok. RADAR MALANG ONLINE)

“Bisa dibayangkan kalau dia memiliki salah satu ilmu pertanian. Di samping pandai ilmu agama, dalam konteks hablumminannas, memiliki ilmu pengetahuan transfer knowledge dari kita tentang pertanian, maka dia akan bisa memberikan pencerahan pada lingkungan,” terang Moeldoko dalam keterangan persnya, Senin (8/1). 

Dengan memberikan ilmu pertanian kepada santri, nantinya mereka bisa menggarap lahan pertanian di sekitar pesantren. Lahan tersebut bisa milik pemerintah, lembaga, perusahaan atau pribadi yang bisa dijalin kerja sama.

Lebih jauh mantan Panglima TNI itu menyebut, kerja sama HKTI dengan ponpes itu dalam rangka mencapai tujuan organisasi, yaitu mengembangkan teknologi pertanian. 

“HKTI memiliki banyak program pertanian, namun saat ini kami masih banyak menangani padi. Kami juga sudah ada program pertanian jagung dan untuk lebih memperbanyak lagi perlu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk dengan pesantren untuk mengimplementasikan program,” kata Moeldoko.

Mantan prajurit itu menyebut, membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dan pesantren agar lulusan dari dua lembaga pendidikan itu ketika kembali ke masyarakat mempunyai pengetahuan yang cukup pada pertanian.

“Lulusan dari perguruan tinggi dan pesantren punya knowledge baru pada pertanian ketika kembali ke daerah masing-masing. Demi satu tujuan membangun pertanian Indonesia,” ujar Moeldoko.

Selama ini Moeldoko memang dikenal dekat di kalangan pesantren. Dirinya kerap mengunjungi pondok pesantren baik saat masih menjabat Panglima TNI atau aktif sebagai prajurit TNI hingga kini. Bahkan Moeldoko juga rutin menghadiri dan memberikan orasi ilmiah dalam Rapimnas Ikatan Pesantren Indonesia (IPI).

“Pesantren adalah garda terdepan mencegah terrorisme. Santri pesantren saya yakin juga bisa diandalkan untuk sektor pertanian di saat regenerasi petani makin tergerus,” jelasnya.


(iil/JPC)