Hingga Maret 2018, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 703 Triliun

Hingga Maret 2018, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 703 Triliun

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit investasi yang naik 6,4 persen YoY menjadi Rp 199,7 triliun dan kredit modal kerja yang mencapai Rp 276,5 triliun.

Pada akhir Maret 2018, pembiayaan segmen large corporate mencapai Rp 20,9 triliun, tumbuh 8,9 persen yoy, kredit mikro tumbuh 22,6 persen yoy menjadi Rp 85,6 triliun, dan kredit consumer tumbuh 14,7 persen YoY mencapai Rp 79,8 triliun.

“Sebagai bank BUMN, kami terus menjaga konsistensi dalam mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujarnya di Kantornya, Selasa (24/4).

Contoh nyata dukungan tersebut, katanya, terlihat melalui kinerja perseroan dalam penyaluran kredit infrastruktur yang sebesar Rp 137 triliun atau 59 persen dari total komitmen yang telah diberikan hingga Maret 2018 sebesar Rp 232,6 triliun.

Kredit tersebut disalurkan kepada 7 sektor utama yakni transportasi (Rp 36 triliun), tenaga listrik (Rp 34,5 triliun), migas & energi terbarukan (Rp 13,6 T), konstruksi (Rp 15,2 triliun), perumahan rakyat & fasilitas kota (Rp 9,2 triliun), telematika (Rp8,2 triliun), Jalan tol (Rp 9,8 triliun) dan infrastruktur lainnya (Rp 10,7 triliun).



Bentuk dukungan lain juga tercermin pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tiga bulan pertama 2018 sebesar Rp 3,55 triliun, sekitar 24,4 persen dari target Rp 14,56 triliun tahun ini. Adapun 41,9 persen dari nilai tersebut atau Rp 1,49 triliun telah disalurkan kepada sektor produktif, yakni pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Sejak pertama kali disalurkan hingga Maret 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 51,88 triliun kepada 1,05 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia,” tuturnya.


(mys/JPC)