Hingga H+4 Lebaran, 100 Kecelakaan Sebabkan 20 Jiwa Melayang di Sumbar

Hingga H+4 Lebaran, 100 Kecelakaan Sebabkan 20 Jiwa Melayang di Sumbar

JawaPos.com –  Selama digelarnya Operasi Ketupat 2018 hingga dalam rangka Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, 100 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di berbagai ruas jalan Sumatera Barat (Sumbar). Tercatat, hingga H+4 atau Selasa (19/6), kecelakaan yang terjadi menelan 20 orang korban tewas dan 10 orang lainnya mengalami luka.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah tersebut jauh menurun. Dimana pada 2017 lalu, laka lantas yang terjadi tercatat hingga 140 kejadian laka lantas hingga H+4. Dari jumlah tersebut, 38 jiwa diantaranya meninggal dunia dan 51 orang menderita luka berat.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Singgamata mengatakan, jika dipresentasekan korban meninggal dunia di periode sama menurun hingga 47 persen. Begitu juga jumlah korban luka berat turun menjadi 80 persen. Sedangkan dari jumlah kejadian, terjadi penurunan hingga 29 persen.

“Alhamdulillah, ini sebuah pencapaian yang baik dalam menekan angka laka lantas dan menurunkan fatalitas korban meninggal dan luka berat. Tentunya, ini tidak terlepas dari kerjasama dan koordinasi dengan jajaran Satlantas semua Polres di Sumbar,” terang Kombes Singgamata pada JawaPos.com, Rabu (20/6).



Operasi ketupat sendiri, akan berakhir pada 24 Juni mendatang. Pihaknya berharap, capaian tersebut akan terus dipertahankan dan tidak banyak lagi korban saat arus balik. “Capaian ini kita upayakan tuntas hingga berakhir operasi ketupat dan tentunya bisa seterusnya. Intinya, Sumbar harus lebih baik dari sebelumnya,” kata Singgamata.

Ditlantas Polda Sumbar  menargetkan, jika angka kecelakaan dan korban meninggal dunia akibat laka lantas saat mudik lebaran turun hingga 20 persen. Untu menekan laka lantas, sejak awal operasi pihaknya telah memerintahkan setiap Kasat Lantas di setiap wilayah untuk dapat mengambil langkah-langkah taktis agar mampu mencapai target.

(rcc/JPC)