Hindarkan “Generasi Micin”, Dinkes Kota Malang Canangkan 100 Kantin Sehat

KOTA MALANG – Jajanan memang beragam. Mulai yang penuh vetsin, berminyak hingga junkfood jadi momok tersendiri bagi para siswa sekolah. Padahal, di masa perkembangan remaja, pemenuhan gizi seimbang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Melihat fenomena ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang berusaha memenuhi asupan gizi anak sekolah melalui program kantin sehat lewat program bernama 100 Kantin Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Prinsipnya kalau di kantin itu bukan hanya sebagai tempat menjual makanan, tetapi sebagai pusat informasi gizi,” tutur Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST, MM.

Program yang diimplementasikan lewat 100 Kantin UKS ini dicanangkan diberikan ke semua sekolah di Kota Malang. “100 kantin sehat ini sudah kita awali saat Masa Orientasi Sekolah (MOS), kita sudah sosialisasikan ke sekolah-sekolah,” lanjut Meifta.

Fokusnya, tiap Kantin UKS nanti diharap mampu mengawasi peredaran makanan yang dianggap tak sehat di lingkungan sekolah. Program ini juga menggandeng mahasiswa jurusan Analisa Farmasi dari Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Malang.

“Mahasiswa bakal membantu proses pemetaan jenis makanan yang memenuhi kebutuhan gizi dan tidak. Mana yang mengandung zat-zat mengganggu tumbuh kembang siswa di setiap sekolah,” tuturnya.

Misalnya, makanan yang terlalu banyak mengandung vetsin, gula, lemak tinggi, hingga pewarna. Pengolahan makanan yang dibuat di sekolah juga bakal dipantau lewat program ini.

Para mahasiswa bertugas mengecek kualitas makanan, jenis serta kebersihan diri dari penjamah makanan yang ada di kantin UKS tersebut.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia