Hindari Pungli, Terapkan E-Transaksi

KEPANJEN – Langkah pencegahan terhadap praktik pungutan liar dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan. Terhitung sejak kemarin (4/11), seluruh transaksi dan pelayanan yang berhubungan dengan salah satu BUMD pelat merah milik Kabupaten Malang tersebut sudah bisa dilakukan secara online.

”Ke depan, semua transaksi yang menyangkut dengan keuangan sudah pakai e-money. Dengan demikian, akan mengurangi cost (biaya) yang harus ditanggung oleh konsumen,” kata Bupati Malang H.M. Sanusi usai launching e-transaksi di kantor Perumda Tirta Kanjuruhan kemarin.

Dengan pola tersebut, Sanusi optimistis peluang untuk terjadinya pungutan liar (pungli) serta kebocoran pendapatan dapat ditekan. Pria berusia 59 tahun itu pun berkeinginan agar ke depannya bukan hanya Perumda Tirta Kanjuruhan yang mengadopsi sistem e-money.

”Karena dengan aplikasi ini antara petugas dengan konsumen sudah tidak perlu lagi face to face (bertatap muka), jadi potensi untuk pungli bisa ditekan. Saya berharap nanti untuk e-retribusi dan e-parkir juga bisa menyusul pakai elektronik,” bebernya.

Terpisah, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi menuturkan bahwa aplikasi Sipika itu dibuat untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi para pelanggan PDAM.

”Di dalamnya tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk pelayanan yang berhubungan dengan air saja. Tapi juga pelayanan yang tidak berhubungan dengan air seperti permohonan sambungan rumah (SR) baru, ganti nama, pindah meteran, dan semua proses yang ada di Perumda Tirta Kanjuruhan,” jelas Samsul.

Dengan berkurangnya frekuensi pertemuan face to face antara petugas dengan konsumen, senada dengan Sanusi, Syamsul optimistis peluang untuk pungli bisa ditekan.

”Tujuan utama aplikasi ini adalah mempercepat proses pelayanan, jika pelayanan lebih efisien, maka tujuan perusahaan untuk mendapatkan PAD bisa lebih cepat diperoleh. Dengan demikian, perputaran keuangan perusahaan akan lebih baik,” beber dia.

Sementara dari sisi PAD, dari target yang dipatok sebesar Rp 103 miliar di tahun 2019, Perumda Tirta Kanjuruhan kini sudah mencatatkan pendapatan sebesar 90 persen.

Atau sekitar Rp 92,7 miliar. ”Dengan sisa waktu 2 bulan, saya optimistis bisa melampaui target yang sudah ditetapkan,” tukas Syamsul.

Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya