Hindari Macet di Tahun Baru, Berikut Jalur Alternatif di Sumbar

JawaPos.com – Selain jalur rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan rawan longsor, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat (Sumbar) juga memetakan daerah yang kerap dihadang macet di sepanjang jalur utama kabupaten/kota di Sumbar.

Dari catatan Dishub Sumbar, titik rawan macet diantaranya berada di jalur utama Padang-Bukittinggi. Seperti kawasan Pasar Lubuk Alung, Sicincin, objek wisata Lembah Anai, objek wisata Mifan di Padang Panjang. Lalu, rumah makan Pak Datuak, Sate Mak Syukur, pasar Koto Baru, pasar Padang Luar.

Selanjutnya dari Bukittinggi ke Payakumbuh biasanya akan macet di kawasan Pasar Baso dan Simpang Piladang. Untuk arah Padang-Pesisir Selatan, tingkat kamacetan biasa terjadi di kawasan Simpang GaungTeluk Bayur dan sepanjang ruas jalan Tarusan-Painan.



Kepala Dishub Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, jalur utama Padang-Solok hingga ke Sawahlunto, Sijunjung normatif lancar. Sebab, di jalur ini tidak ada pasar tumpah atau lokasi pasar yang sampai ke bibir jalan utama. “Paling banyak itu arah ke Bukittinggi. Macetnya lumayan banyak,” kata Heri, Senin (24/12).

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Sumbar juga telah memetakan jalur alternatif. Bagi pengendara yang hendak ke Bukittinggi atau ke Payakumbuh dari Padang, bisa melewati Simpang Polsek Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Lalu, lanjut ke Simpang Lubuk Alung dan Simpang Ketaping di Padang Pariaman.

Setelah itu, tempuh jalur Sicincin-Malalak. Lantas, Simpang Pandai Sikek-Pasar Amur, Simpang Batu Palano-Sungai Puar, Simpang Tanjung Alam, Simpang Ampek Angkek Canduang, Tabek Patah, Situjuah dan sampai di Payakumbuh.

“Kita sarankan pengendara menempuh jalur alternatif saja. Sebab, intensitas kendaraan diprediksi cukup padat saat Natal dan jelang tahun baru 2019,” katanya.

Selain itu, Dishub dan instansi terkait lainnya juga telah menyiagakan personel di titik-titik rawan macet dan longsor. Hal ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi kecelakaan atau pun bencana alam. “Alat berat dan personel sudah kita siagakan di titik rawan longsor,” tutup Heri.

(rcc/JPC)